Baru Sehari Datang, Truk BNPB Terbalik

terbalikwartakutim.com | SANGATTA, Sebuah truk milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur (Kutim) Sabtu (28/9) terbalik di Gang Masjid Desa Sangatta Utara. Truk serba guna  bantuan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) tergolong baru ada di Sangatta, pasalnya kendaraan berharga lebih Rp300 juta itu, tiba di Sangatta, Jumat (27/9) malam.

Keterangan sejumlah warga di sekitar TKP, truk berwarna orange itu masuk ketika kondisi gang sedang dalam perbaikan sehingga tidak bisa dilewati. Namun, entah kenapa sopir truk tetp masuk sehingga terguling di parit.

“Kami mengira, sopir belum sepenuhnya kondisi jalan termasuk mengendari truk,” kata sejumlah warga sekitar TKP.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik dan Peralatan, Syafranuddin, ketika dihubungi tidak mengetahui tujuan truk untuk penanggulangan bencana itu berada di Gang Masjid yang saat kejadian tidak ada bencana alam.

Melalui telepon, pria yang disapa Ivan ini menyebutkan, tidak mengetahui kedatangan truk serba guna tersebut. Bahkan ia sempat kaget, jika ada truk serba guna bantuan BNPB datang.

“Tempo hari ada informasi dari BPBD Kaltim, kalau Kutim akan dibantu sejumlah kendaraan roda empat termasuk mobil resecue serta sepeda motor berikut truk serba guna,” jelasnya seraya meminta kalangan pers menghubungi Zainuddin selaku Kepala Pelaksana BPBD Kutim.

Disinggung untuk apa saja semua bantuan BNPB seperti truk bernopol B 9818 POU itu, Ia mengaku belum mengetahui pasti peruntukannya namun berdasarkan pengalamannya disejumlah daerah semua jenis kendaraan bantuan BNPB termasuk speed boat dan parahu karet distand bykan pada Posko Penanggulangan Bencana (PB).

“Namun untuk Kutim, saya tidak tahu persis karena kebijakan itu kewenangan Kepala Pelaksana BPBD, meski informasi yang kami terima peralatan yang ada penggunannya saat terjadi bencana sehingga tidak upaya penanggulangan di masa tanggap darurat cepat dan tepat,” ungkap Ivan.

Mengenai bagian truk yang rusak, Ivan mengaku tidak mengetahui persis meski sudah menerima laporan stafnya. Karena bantuan BNPB yang baru diterima BPBD Kutim termasul truk yang terbalik jelas peruntukannya,ia mengaku tidak bisa memberikan keterangan apa-apa termasuk untuk membiayai semua peralatan yang ada karena ketiadaan dana pemeliharan dan operasional. “BBM kami yang digunakan untu speed boat, semuanya hasil iuran sejumlah staf yang ada dibidang saya,” ungkap Syafranuddin seraya kembali agar meminta keterangan lebih jelas ke Kepala Pelaksana BPBD Kutim.(sk)