Sebanyak 23 Orang Meninggal Akibat HIV/AIDS

hiv-aids-1024x646Warga Kutai Timur (Kutim) yang positif mengindap  HIV/AIDS dari tahun ke tahun meningkat tajam, termasuk yang harus merenggang nyawa. Berdasarkan data KPA Kutim, dari tahun 2006 sampai November 2013 sudah 23 orang warga Kutim meninggal dunia.

Sekretaris KPA Kutim Harmadji Partodarsono, Minggu (8/12) menyebutkan perkembangan jumlah penderita HIV/AIDS sangata memprihatinkan karena berkembang cukup cepat dalam beberapa tahun.

“Kalau sadar suka jajan dengan bukan pasangan sahnya atau disebut suka melakukan seks bebas terlebih-lebih dengan pasangan yang rentang menyebarkan HIV, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke KPA agar penyebaran HIV tidak berkembang lagi,” saran Harmadji.

Lebih jauh, ia menyebutkan, virus AIDS  tidak menyebar karena bersentuhan dengan penderita tetapi jika ada hubungan seks dan pengunaan alat suntik bersamaan seperti pengguna Narkoba.

“Sekarang ini banyak ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV / AIDS termasuk bayinya, selain itu penderita HIV/AIDS yang terkena umumnya berstatus  swasta dan PNS,” ungkapnya.

Disebutkan, pada tahun 2010 warga Kutim yang diketahui positif terinfeksi HIV berjumlah 7 orang, namun setahun kemudian meningkat tajam menjadi 43 orang.

“Tingginya angka terjadi karena kebiasaan  gemar jajan di luar dengan mereka yang bisa menjadi penyebar virus mematikan, bagi yang sudah punya pasangan tentu sangat berbahaya karena bisa menularkan ke pasangannya karenanya ada ibu rumah tangga tertular termasuk bayinya,” beber pegiat anti HIV/AIDS Kutim ini.

Ditanya seberapa banyak pekerja swasta yang terinfeksi HIV/AIDS, Harmadji menyebutkan sekarang ini ada mencapai 37 persen, sementara IRT sebanyak 21 persen dan PNS 5 persen. Dari penelitian kepada penderita, diakui selama ini kerap berhubungan seks dengan PSK.

“Tidak heran penyumbang tertinggi penyebaran virus mematikan sebanyak empat puluh persen,” ungakp Harmadji.

Sebelumnya, Harmadji menyebutkan, penyebaran HIV AIDS di Kutim sangat memprihatinkan yakni sudah jauh menyebar ke pedalaman bahkan Sandaran yang berada di di tepi Selat Makassar. Dari 18 kecamatan  sudag 10 kecamatan  terpapar HIV/AIDS yakni Sangatta Selatan, Sangatta Utara, Teluk Pandan, Bengalon, Kaliorang, Sangkulirang, Muara Wahau, Karangan dan Sangkulirang. Sedangkan kecamatan yang belum terpapar yakni Muara Ancalong, Long Mesangat, Muara Bengkal, Telen, Busang, Kaubun dan Kongbeng serta Batu Ampar.

“Yang belum terpapar sekarang ini belum terjamin bersih karena bisa jadi dalam beberapa bulan kedepan ada,” sebutnya seraya berharap warga yang suka seks bebas lebih baik menjaga diri dengan menggunakan kondom.(din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.