Isran Noor : Islam Jangan Jadi Momok Menyeramkan

SANGATTA — Bupati Isran Noor resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an X Tingkat Kabupaten Kutai Timur, Rabu (19/2) malam yang dilaksanakan di Masjid Agung Bukit Pelangi Sangatta.Kegiatan tersebut diikuti  ribuah Khalifa dari 18 kecamatan yang ada dikutim.

Pelaksanaan MTQ pada tahun 2014 ini mengangkat tema “Dengan MTQ X kita tingkatkan ukhuwah dalam berpolitik serta berdemokrasi untuk membangun Kutai Timur yang aman, damai berlandaskan iman dan takwa”.Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPR RI Hj. Nor Baiti Isran Noor, H. Nurul Qomar dari Komisi X DPR RI, Anggota DPR Provinsi H. Syaifudin DJ, Ketua DPRD Kutim Alfian Aswad, Wakil Ketua Mahyunadi, Sekretaris Daerah Ismunandar, Ketua Umum LPTQ Mugeni serta seluruh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Kepala SKPD dan Badan serta masyarakat tumpah ruah menjadi satu dalam arena pembukaan yang ditempatkan di belakang masjid atau di area kompleks pelaksanaan manasik haji.

Menurut Isran Noor pelaksanaan MTQ X dapat memberikan pemahaman yang terhadap nilai-nilai universial dari Al-Qur’an juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam membangun tatanan dunua yang aman, adil, dan bermartabat. Tatanan dunia yang dibangun atas nilai-nilai Ketuhanan yang luhur dan agung Serta nilai-nilai kemanusian universial.

“Sejatinya MTQ dapat menjadi cerminan sekaligus seruan kepada seluruh umat, bahwa sesungguhnya islam itu adalah agama yang teduh dan damai. Islam membawa cinta dan keadilan serta menjauhi kekerasan, islam menganjurkan persatuan, kebersamaan, ukhuwah. Sehingga Kutim dibentuk dengan dasar kekuatan toleransi, solidaritas, dan kebersamaan antar semama umat manusia, khususnya di daerah.”Kata Isran Noor dalam Sambutannya.

Kutai Timur Lanjut Isran, merupakan miniatur bangsa indonesia, yang terdiri dari ragam suku, bangsa, serta adat budaya. Ini menunjukkan bahwa Kutim adalah tempat yang aman, indah, sejuk untuk menjalankan kehidupan sosial kemasyarakatan. Di Kutim tidak sulit orang membangun rumah ibadah, menjalankan keyakinannya, kepercayaannya.

“Kecuali kepercayaan yang sesat, karena pasti tidak akan dilindungi oleh Pemerintah maupun umat Islam di sini. Karena kita mengetahui dengan jelas Islam adalah sebuah agama yang rahmatanlillalamin, agama mayoritas di Kutim, Kaltim, dan Indonesia secara keseluruhan. Akan tetapi dengan semangat persaudaran yang tinggi, islam di tempat kita merupakan agama yang bersahabat dengan pemeluk agama lain,” tegas Isran Noor.

Ditengah ribuan manusia yang berkumpul untuk menghadiri dan menikmati pembukaan MTQ, Isran Noor kemudian berharap agar MTQ menjadi penguat penguat pembangunan akhlak bangsa. Disamping itu MTQ juga menjadi wahana mencetak generasi Qur’ani yaitu generasi yang mencintai bentuk pengamalan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya dapat membuat tatanan masyarakat yang adil dan berkeadaban, serta Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur.

“Manfaatkanlah juga keberadaan Masjid Agung Bukit Pelangi Sangatta sebagai sebuah kebanggan bagi umat islam di Sangatta serta juga Indonesia. Karena masjid ini dibangun untuk syiar islam di daerah, jadi bukan untuk bangga-banggan. Masjid ini dibangun dengan nilai yang mahal memang, akan tetapi dalam nilai yang jauh tak ternilai yakni untuk menjalankan kehidupan yang berkah bagi semua orang,” ungkap Isran Noor.

Pada kesempatan itu Bupati juga berpesan kepada dewan hakim, agar memberikan penilaian dan memutuskan para juara dalam setiap cabang musabaqoh secara obyektif kepada peserta yang benar-benar memiliki kemampuan yang layak dan pantas mewakili Kabupaten Kutai Timur untuk dapat meraih gelar yang membanggakan di tingkat Provinsi dan mewakili untuk bermusabaqah di tingkat nasional. “Akhirnya seraya memohon ridho Allah SWT serta dengan mengucapkan Bismillahirrahmannirahim, Musabaqah Tilawatil Qur’an X resmi di buka,” terang Isran Noor. (kmf3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.