oleh

Bupati Kutim Buktikan Kemajuan Pendidikan

-Kaltim-Dibaca : 914 Kali

SANGATTA-Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sejauh ini sudah membuktikan kemajuan sektor pendidikan. Bahwa ketersediaan infra struktur serta sarana dan prasarana pendidikan tidak dapat diragukan lagi. Terbukti Pemkab Kutim masih tetap mengutamakan peningkatan infrastruktur sarana dan prasarana sekolah yang dinilai belum representative.

“Terutama sekolah-sekolah yang belum memenuhi syarat (standarisasi sekolah akreditasi) akan kita tingkatkan dari sektor sarana dan prasarananya,” tegasnya,

Orang nomor satu di Pemkab Kutim dalam pelaksanaan peeringatan puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Halaman Sekretariat Kabupaten, Rabu 2 Mei 2018 menegaskan prioritas pembangunan sektor pendidikan lainnya yang menjadi konsentrasi Pemkab Kutim yakni peningkatan kualitas tenaga pendidikan.

Sebab keberadaan guru yang memiliki kualitas maka juga dapat melahirkan siswa yang berkualitas. Kendati tidak menggambarkan dengan jelas sesuai data, namun Bupati menyakinkan bahwa progress akreditas sekolah di Kutim terus berjalan dan berada pada jalur yang benar dikarenakan sekolah akreditasi saat ini juga mudah ditemukan di Kecamatan selain ibukota kabupaten. “Seperti Bengalon, begitupula dengan beberapa sekolah di daerah pelosok kecamatan yang perlu dikejar progresnya sehingga bisa terakreditasi.

Ismu, sapaan akrab Ismunandar juga akan memaksimalkan kinerja UPT Pendidikan ditiap-tiap kecamatan guna mengawal progress kemajuan sektor pendidikan. Termasuk ia berpesan agar tunjangan para guru dapat disalurkan tepat waktu demi kesejahteraan. “Kita juga akan memaksimalkan penyaluran tunjangan dengan membayarnya tepat waktu,” terangnya.

Melalui momentum Hardiknas itu pula, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang turut berpesan kepada generasi muda di daerah ini agar tidak terjerumus dengan narkotika dan obat-obatan terlarang. “Hardiknas 2 Mei harus dijadikan momentum untuk pergerakan menuntaskan buta aksara, menciptakan generasi-generasi yang handal,” katanya.

Dia pun mengajak semua pihak untuk meningkatkan semua kinerja. Pemerintah juga harus bisa menyiapkan fasilitas-fasilitas penunjang untuk semua kegiatan yang bisa membangun peningkatan pendidikan. Melalui program-program yang jelas dan terarah.

Melalui momentum ini bisa membangun kebersamaan. Program harus terarah untuk menyiapkan anak-anak agar bisa bersaing di dunia pendidikan lebih luas. Masih terkait Hardiknas, Kasmidi mengimbau generasi muda Kutim untuk tidak menggunakan obat-obatan terlarang.

“Saya membuat satgas gabungan dari semua elemen masyarakat, LSM, organisasi pemerintah, maupun organisasi yang non pemerintah untuk sama-sama menanggulangi kenakalan remaja khususnya bukan Narkoba saja tetapi yang lagi trend di kalangan remaja di Kutim yakni obat batuk Komix,” terang Kasmidi.

Lebih lanjut Kasmidi menjelaskan bahwa Komix bukan merupakan kategori narkoba karena belum ada regulasi yang mengatur itu adalah obat, akan tetapi kita harus mengatur untuk bisa menangkal itu. Tim sementara digodog dan apabila sudah bekerja maka juga akan dibentuk hingga tingkat kecamatan. “Sebagai program untuk menciptakan generasi-generasi kedepan yang handal dan berdaya saing, Bukan generasi yang melempem dan ketergantungan obat-obatan,” imbau dia.

Sekretaris Dinas Pendidikan Roma Malau mengakui bahwa di 18 kecamatan di Kutim saat ini masih banyak infrastruktur pendidikan yang harus dibenahi baik itu skala berat maupun ringan. “Kita berharap sektor pendidikan di Kutim ditunjang sumber daya manusia yang berkualitas terus memiliki kreativitas dan invonasi, sehingga sektor pendidikan di Kutim sejajar atau bahkan melebihi daerah lainnya. (hms3/hms11)