oleh

Bayi Ditemukan Tergeletak di Pos Kambling Terbungkus Sprei dan Terdapat Potongan Ari Ari

-Berita Pilihan-Dibaca : 1.192 Kali

WARTAKUTIM.CO.ID, SANGATTA – Warga Jalan Asyadiah, Desa Sangatta Utara, Kutai Timur timur dihebokan dengan penemuan sesesok bayi berjenis kelamin laki laki. Bayi malang itu dibuang setelah baru lahir, karena masih terlihat ari-ari yang terlilit di pusarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini,  bayi tersebut ditemukan di sebuah pos Kambling pada Kamis (31/01/2019) sekitar pukul 06.00 wita.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sangatta IPTU Slamet Riyadi,SH di dampingi Kanit Reskrin Polsek Sangatta IPDA Jailani, SH menjelaskan, bayi tersebut awalnya di temukan oleh dua anak yang sedang berjalan menuju jalan utama sambil, tepat di pos kambling kedua anak tersebut melihat bayi yang terbungkus dengan sprai berwana biru dan masih terdapat ari ari yang sudah terpotong.

“Kedua anak tersebut kemudian berlari dan berteriak bayi dibuang, lalu salah seorang warga bernama Benny (45) langsung menghampiri kedua anak tersebut dan menanyakan dimana lokasi bayi tersebut kemudian mendatanginya,”jelasnya.

Selanjutnya, lanjut Ia, saksi Benny langsung menghubungi Indra Gunawan yang merupakan ketua RT setempat dan langsung melaporkan ke pihak Polsek Sangatta. Dalam pertolongan pertama terhadap bayi, aparat kepolisian dari Polsek langsung memerintahkan untuk segera di bawah ke praktek bidan Sri Warsina tidak jauh dari lokasi penemuan bayi.

“Setelah mendapat pertolongan pertama dari praktek bidan, bayi tersebut langsung dibawah kerumah sakit PKT Sangatta, selanjutnya di rujuk ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Kudungga Sangata,”sebutnya.

Lebih jauh Ia menangatakan, pihak polsek masih melakukan lidik atas penemuan bayi tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan termasuk ketua RT.59 Desa Sangatta utara. Selain itu polisi juga sudah melakukan penyelidikan di semua rumah sakit yang ada di Sangatta.

“Kami melakukan penyidikan ke rumah sakit, agar kiranya bisa mendapat informasi ibu pembuang bayi tersebut. Selain itu kami juga mendatangi apotek untuk menanyakan atas pembelian obat penghilang rasa sakit usai melahirkan,”ungkap Jailani.(WAL)