oleh

Gelar Dialog Publik, GMNI Kutim Ajak Pemuda Perangi Hoax

-Peristiwa-Dibaca : 366 Kali

WARTAKUTIM.CO.ID, SANGATTA –  Sebagai bentuk kepedulian dan sekaligus mengajak generasi muda turut serta dalam upaya menangkal dan memerangi penyebaran berita bohong atau “Hoax”, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kutai Timur bersama Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Kutim, menggelar dialog publik dengan mengangkat tema Peran Generasi Muda Dalam Upaya Melawan Berita Hoax Demi Persatuan dan Persatuan NKRI, Selasa (19/3) malam.

Dialog tidak hanya melibat unsur lintas komisariat GMNI Kutim, namun juga melibatkan segenap unsur organisasi kepemudaan, mahasiswa dan pelajar yang ada di kota Sangatta, seperti Pramuka, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kutim, OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan lainnya.

Pengisi materi dalam dialog publik ini pun berasal dari beragam unsur. Ipda Rakib yang datang mewakili Kapolres Kutim, mengangkat sisi hukum pidana dalam penyebaran hoax.

Kemudian,  sekretaris KNPI Kutim Arham yang hadir mewakili unsur pemuda, mengulas bagaimana peran pemuda Kutim dalam memerangi penyebaran hoax.

Sementara dari unsur akademisi, Hamzah Fanshuri mengajak mahasiswa dan pelajar berfikir kritis menyikapi setiap berita yang tersebar, sebelum kemudian disebarkan kembali kepada masyarakat. Dan tidak kalah menarik, Ibnu Djuraid yang hadir mewakili Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutim, yang secara gamblang menjelaskan perbedaan antara produk yang dihasilkan media sosial dan produk jurnalistik, serta memastikan bahwa hoax bukanlah produk jurnalistik.

Ketua Panitia Dialog Publik, Ainun menjelaskan bahwa kegiatan kali ini untuk mengajak semua elemen kepemudaan, mulai dari pelajar dan mahasiswa yang ada di Kutim, untuk bersama-sama serius melawan dan menghentikan penyebaran hoax di lingkungan masyarakat.

“Komitmen serius ini ditunjukkan dengan membacakan ikrar anti hoax, yang diikuti oleh seluruh perwakilan elemen organisasi kepemudaan di Kutim,”sebutnya.

Selain itu, Ainun juga meminta keseriusan melawan dan memutus penyebaran hoax ini, yang harus dimulai dari diri sendiri. Yakni dengan tidak turut menyebarkan berita atau kabar yang masuk ke telepon pintar sebelum melakukan klarifikasi atau memastikan kebenaran informasi yang masuk tersebut. Dengan tidak turut menyebarkan kabar hoax, berarti menjadi langkah nyata bagi pemuda dengan tidak menanamkan kebodohan kepada masyarakat.