Wagub mengatakan dengan adanya KEK MBTK tentunya industry CPO kelapa sawit, serta industry hilir lainnya pasti akan semakin bergairan. Apalagi dari Maloy, bisa memangkas seperempat perjalanan ekspor langsung ke Jepang. Pastinya akan menjadi daya tarik kerja sama dengan Jepang atau negara lainnya.
Mendukung pernyataan Wagub, Wabup Kutim Kasmidi Bulang menegaskan bahwa Pemkab akan terus bekerja maksimal dalam pengembangan KEK MBTK. Tentunya perlu dukungan anggaran dari APBN. Bersinergi dengan Pemprov dan Pusat, Pemkab akan terus pula menyelesaikan persoalan sosial masyarakat.
“Karena ini adalah suatu kebanggaan kita ketika menjadi pusat industri nasional bahkan internasional. Ditambah Kutim juga merupakan salah satu perkebunan kelapa sawit terbesar di Kaltim. (Tentunya) Menjadi modal utama untuk ekspor CPO,” tutupnya. (hms7)













