oleh

Ini alasan Pengusaha Segel Ruangan Bagian Perlengkapan Pemkab Kutim

-Berita Pilihan-Dibaca : 1.678 Kali

SANGATTA, Pengusaha minyak asal Sangatta, Kutim Timur, Haji Kinsu bersama dengan beberapa stafnya Asri Tawang, Syamsu Alam, dan Asbudi menyengel ruang Bagian Perlengkapan Pemkan Kutai Timur, Kamis (9/5) pukul 12.00 Wita Kemarin.

Penyengelan tersebut, sempat menyita perhatian Pegawai kantor bupati Kutai Timur, yang terletak dilantai III, tempat dimana bagian perlengkapan berada. Penyegelan dilakukan akibat, pemkab Kutim tidak merealisasikan pelunasan pembayaran utang minyak sebesar Rp.51 milliar yang sebelumnya total sekira Rp70 milliar.

Meski terdengar kasar, yakni aksi penyegelan, tapi mereka tetap meminta izin terlebih dahulu kepada para pegawai di Ruang Bagian Perlengkapan. Kinsu dkk meminta para staf yang sedang bekerja untuk keluar ruangan.

Aksi tersebut, H. Kinsu besama stafnya, membawa surat perjanjian yang sudah ditandatangani oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutim Irawansyah.

Namun sejumlah pegawai itu tidak segera keluar ruangan. Mereka tetap melanjutkan aktivitas kerjanya. Singkat cerita, mereka memutuskan untuk menyegel hanya di ruang kepala bagian Perlengkapan yang sedianya ditempati Wahyu.

Wahyu pun juga sedang berada di Samarinda. Pintu tersebut disegel dengan kertas bertuliskan; “ruangan ini disegel sementara”. Adapun utang yang ditagih adalah proyek pengadaan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional Setkab Kutim.

Penyegelan Kantor Bagian Perlengkapan Sekkab Kutim

Sempat dijanjikan dibayar pada APBD perubahan 2018 sebesar Rp 19 miliar. Namun, tidak terbaya, meski surat perintah membayar (SPM) sudah dicetak, dan faktur pajak sudah keluar. Lantas dijanjikan akan dibayar pada triwulan pertama 2019. Padahal Pemkab Kutim seperti diberitakan sebelumnya mengaku telah melunasi semua utang tahun anggaran 2016-2017. Tapi dari total utang Rp 51,8 miliar, hanya dibayarkan Rp 7,5 miliar.

Kinsu mengatakan, sebenarnya tak pernah dirinya datang ke Pemkab Kutim untuk menagih utang seperti kali ini. Bahkan, sejak kerja sama proyek itu berlangsung dari zaman kepemimpinan Bupati Isran Noor. Tapi, kali ini dia merasa gerah.

“Saya melihat ini pengelolaan keuangan tidak satu pintu. Ada beberapa oknum yang intervensi dan ada kepentingan. Padahal sudah ada tanda tangan dari Sekkab (Irawansyah, Red), tapi ternyata tidak ada juga,” ujar dia.

Dia mengatakan, bila tak ada terkait aksi penyegelan tersebut sampai Senin (13/5), maka pihaknya siap menyegel seluruh ruangan Bagian Perlengkapan Setkab Kutim.

“Kami tak melapor ke polisi, karena akan masuk ranah hukum. Kami hanya menegaskan ke pemkab supaya memberi ketegasan, jangan bilang mau bayar sampai tanda tangan segala, tapi tidak juga dibayar. Mending mengaku saja kalau belum sanggup bayar,” pungkas Kismu (WAL)

 

  • " data-pin-do="buttonPin" data-pin-config="beside">