oleh

Bolu Peca, Kue Khas Sulsel – Diburu di Sangatta, Untungkan Pedagang Hingga Rp12 Juta

-Berita Pilihan-Dibaca : 186 Kali

WARTAKUTIM.CO.ID, SANGATTA –  Dinamika perkembangan Kota Sangatta tek lepas dari percampuran berbagai adat istiada di masyarakat. Salah satunya Suku Bugis yang kini banyak menetap di ibukota Kutai Timur (Kutim). Tak hanya manusianya yang menetap, tetapi jenis makanan yang beredar juga mengikuti. Adalah bolu peca yang merupakan salah satu kuliner khas Sulawesi Selatan (Sulsel) dari Suku Bugis kini masuk dalam daftar makanan paling diminati masyarakat. Terutama untuk menjadi menu makanan berbuka puasa.

Banyak warga Sangatta, walaupun bukan dari suku Bugis mengaku sangat menyukai kue basah dengan rasa manis gula merah tersebut. Makanan yang berbentuk bulat-bulat berwarna coklat ini banyak diburu warga, terutama saat Ramadan.

Salah seorang diantaranya Nani, warga Kota Sangatta mengatakan rasa bolu pecak sangat manis dan legit, diyakini dapat memulihkan tenaga setelah seharian berpuasa. Kue yang rasanya sangat manis ini memiliki tekstur seperti “sponge cake”. Sangat cocok disantap dengan secangkir teh tawar hangat setelah bedug magrib.

“Kalau berbuka kan kita carinya yang manis-manis, biar tenaganya kembali pulih. Nah bolu peca ini salah satu yang wajib dikonsumsi ketika berbuka puasa. Rasanya sangat nikmat dan membuat ketagihan,” kata Nani saat diwawancarai usai berbelanja takjil di Pasar Ramadhan Sangatta lama, Minggu (12/5/2019).

Sementara itu, Andi salah seorang pedagang takjil dipasar ramadhan Sangatta Lama, menyebut jajanan bolu peca khas Bugis yang dijualnya selalu laris manis terjual. Jika dibandingkan dengan jajanan kuliner khas Bugis lainnya seperti kue pisang barongko, jalangkote, es pallubutung dan pisang ijo.

“Satu porsi bolu peca itu harganya Rp 10 ribu. Tapi paling laris jadi takjil berbuka,” jelas Andi.
Andi yang asli Bugis mengaku setiap hari dia bisa menjual antara tiga sampai empat toples bolu peca. Setiap toples berisi hingga sepuluh porsi, satu porsi dengan harga Rp 10 ribu berisi lima butir bolu peca. Jika dirata-ratakan, maka setiap hari selama Ramadan, Andi bisa membawa pulang Rp 300-400 ribu. Bayangkan jika sebulan penuh berjualan, maka penghasilan Andi bisa mencapai Rp 12 juta. Khusus di Sangatta Lama, Andi menjadi satu-satunya penjual bolu peca. Lokasi jualannya disekitar pertigaan jalan Hotel Kutai Permai, Sangatta. (hms7)