oleh

Joe Ramadhan Ditangkap Polres Luwu Utara

SANGATTA – Kabar tertangkapnya Joe Ramadhan oleh pihak Polres Luwu Utara pada Jum’at (9/8) kemarin, dibenarkan Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kutai Timur Zainul Arifin. Menurutnya Polres Kutim bergerak cepat untuk mencari tahu keberadaan Joe Ramadhan. Berdasarkan informasi ini,  maka Polres Luwu Utara kemudian menemukan keberadaan Joe di Desa Mulyasari, Kecamatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan.

“Saya sudah dengar kabar itu, langsung ditelpon Kasat Reskrim Polres Luwu. Dia (Joe, red) itu sudah berada 3 bulan di Luwu Utara, sebelumnya memang di Kutim. Dan update status Facebook terkait ujaran kebencian, dilakukan didaerah tersebut. Jadi proses hukumnya ditangani oleh pihak Polres Luwu Utara,” terang Zainul Arifin saat dihubungi wartakutim.co.id

Sehingga terkait laporan yang dilakukan oleh PC GP Ansor Kutim pada Polres Kutim, akan dilimpahkan kepada pihak Polres Luwu Utara. Mengingat pihak PC GP Ansor Luwu Utara juga memberikan laporan terkait kasus ini pada Polres setempat.

“Alhamdulillah, terkait kabar penangkapan ini kami bersyukur sekali. Berarti Polres Kutim dan pihak Kepolisian di Indonesia telah bergerak dengan cepat untuk menangani kasus ujaran kebencian. Selanjutnya kita serahkan pada hukum, kalau untuk yang kemarin terkait laporan kami sudah sampai tahap penyidikan. Namun nanti tetap akan dilimpahkan ke Polres Luwu Utara,” terang Zainul Arifin.

Sebelumnya Joe Ramadhan dilaporkan PC GP Ansor Kutim terkait ujaran kebencian kepada Almarhum KH. Maimun Zubair alias Mbah Moen. Penghinaan tersebut terkait meninggalnya ulama kharismatik pengasuh Ponpes Al-Anwar Sarang, Rembang Jawa Tengah. Hal ini tentu saja menggegerkan sebagian besar santri-santri Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia, mengingat ujaran kebencian yang dilontarkan tersebut amat tidak layak dilakukan oleh sesama umat muslim. (Arso)

  • " data-pin-do="buttonPin" data-pin-config="beside">