oleh

Rumah Milik PNS Dinas Perpustakaan Musnah Terbakar

-Berita Pilihan-Dibaca : 851 Kali

WARTAKUTIM.CO.ID, SANGATTA – Sebuah rumah semi permanen di Jalan APT Pranoto/ gang Cenderawasi RT. 50, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara Kutai Timur musnah di lalap sijago merah, Minggu (11/08/2019) siang

Diketahui rumah tersebut merupakan milik Kasmul seorang PNS yang bertugas di dinas perpustakaan Kutim. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 12.15 wita.

Menurut pemilik rumah Kasmul, saat kejadian seluruh anggota keluarganya, sedang berada diluar rumah untuk mengurus daging kurban yang tidak jauh dari rumah korban.

“Saat kejadian (kebakaran) rumah dalam keadaan kosong. Kebetulan kami bersama masyarakat disini sedang mengurus daging kurban yang mau di bagikan ke masyarakat,”ungkapnya.

Dikatakannya, api berasal dari bagian tengah rumah dan bersumber dari plafon. Kemudian mejalar seluruh bagian rumah, hingga tak menyisah kan satupun barang berharga miliknya.

“Tidak ada yang tertinggal prabot dan surat surat berharga, yang bisa kami selamatkan hanya mobil yang terparkir di garasi rumah,”katanya.

Sedikitnya empat unit mobil kebakaran di kerah kan dalam peristiwa tersebut. Api baru dapat dipadamkan sekitar sejam kemudian. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan polsek Sangatta. Berdasarkan saksi di lokasi kejadian diduga sumber api berasal arus pendek listrik.

Sementara itu ketua RT 50 desa Sangatta utara Razak mengatakan, lamanya pemadam di lakukan di lokasi karena sulitnya mobil pemadam untuk memasuki gang, di akibatkan olah banyaknya warga yang berkerumun dan memarkirkan motor sembarang.

“Selalu begini tiap ada kebakaran, pasti banyak berkerumun. Disitulah terkadang kesulitan pemadam kebakaran. Apalagi gang sempit seperti ini. Sulit dilalui oleh pemadam karena kerumunan warga untuk melihat kejadian,”katanya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar jika terjadi kebakaran untuk tidak berkerumun dan memberikan kesempatan kepada petugas keamanan.”terkadang dilokasi kami sudah sampaikan, tetapi masyarakat ini tidak mau mendengarkan, kalau di Samarinda ada kebakaran seperti ini pemadam tidak peduli kalau warga berkerumu langsung aja masuk pemadam,”pangkasnya (WAL)

News Feed