oleh

Kader PDI-P di DPRD Kutim Jadikan Amanat Kongres Sebagai Landasan Perjuangan

SANGATTA – Terpilih sebagai anggota DPRD Kutim dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, yakni Kecamatan Muara Ancalong, Muara Bengkal, Busang, Batu Ampar, Muara Wahau, Telen, dan Kongbeng. Menjadikan Siang Geah harus membuktikan janji-janji politiknya, terlebih pada periode 2019-2024 merupakan periode kedua ia duduk di kursi legislatif tingkat kabupaten.

Siang Geah mengaku dengan terpilihnya ia untuk kedua kalinya di DPRD Kutim, tentu amanah rakyat harus diperjuangkan. Mengingat pada periode sebelumnya masih ada harapan-harapan masyarakat, yang belum terlaksana.

“Hal-hal yang penting bagi masyarakat di Pedalaman Kutim, masih berkutat pada perihal pembangunan infrastruktur di pedesaan, penyediaan fasilitas pendidikan, maupun pelayanan kesehatan yang jadi sasaran utama untuk diwujudkan,” ungkap lelaki bertubuh tinggi ini.

Kesemuanya belum berjalan dengan optimal, sehingga hal ini menjadi tantangan utama bagi pria yang juga merupakan, Sekretaris DPC Partai berlambang kepala banteng ini. Sehingga pada tahun mendatang dimana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bergerak leluasa dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sehingga kedepan, dengan keterwakilan kader PDI Perjuangan yang menjadi fraksi utuh di DPRD Kutim. Selain itu dapat mensinergikan program pembangunan dengan pihak pusat. Terlebih lagi sesuai amanat Kongres ke-V PDI P di Bali pada 8-11 Agustus 2019, dimana tiap kader partai yang terpilih di DPRD harus memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan,” tegasnya saat di wawancarai Wartakutim.co.id.

Hal ini tentu sejalan dengan wacana yang dibawakan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia yakni Joko Widodo, bahwa pembangunan dan peningkatan bidang pendidikan, infrastruktur, pengembangan sektor pertanian jadi landasan utama yang harus diperjuangkan oleh kader-kader partai.

“Selain itu pemahaman tentang Pancasila, yang selama ini agak mengalami penurunan ditataran masyarakat. Terlebih dengan munculnya radikalisme serta berbagai perihal yang mengancam ikatan kita sebagai bangsa Indonesia. Ini merupakan persoalan serius, yang memang harus disikapi oleh seluruh kader partai. Agar kehadiran Pancasila ditengah-tengah masyarakat dapat terus menjadi kepribadian bangsa Indonesia,” ungkapnya. (Arso)