oleh

Razia Juga Digelar Pada Malam Hari

SANGATTA – Satuan Lalu-Lintas (Satlantas) Polres Kutai Timur terus menggencarkan pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam 2019, selain dengan hunting pelanggaran dijalan raya. Razia kendaraan bermotorpun dilakukan dengan waktu yang acak, baik pada pagi, siang, sore, dan malam hari. Hal ini diharapkan untuk membuat pengguna kendaraan bermotor tidak kucing-kucingan alias menghindari razia yang dilakukan oleh pihak Satlantas.

Kasatlantas Polres Kutim AKP Eko Budiatno didampingi Kanit Turjawali (Kepala Unit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli, red) Satlantas Polres Ipda Bagus Pradana menjelaskan, bahwa razia yang dilakukan pihaknya masih berkaitan dengan Operasi Patuh Mahakam yang berkaitan dengan penegakkan hukum berlalu-lintas.

“Ada Tujuh pelanggaran yang jadi prioritas operasi patuh mahakam 2019, yakni pengendara dibawah umur, mabuk-mabukkan pada saat berkendaraan, kecepatan kendaraan diatas rata-rata, serta melawan arus. Selanjutnya ialah penggunaan helm SNI, mengemudi sembari menggunakan handphone, penggunaan saftey belt atau sabuk keselamatan. Adapun satu tambahan lagi, yakni penggunaan lampu rotary oleh masyarakat umum, yang harusnya hanya boleh digunakan oleh pihak terkait,” tegasnya.

Operasi Patuh Mahakam 2019 sendiri secara terpusat, targetnya telah ditentukan. Dimana tidak hanya digelar di Sangatta, Kutim saja. Tetapi dilakukan pada Kabupaten/Kota se-Kaltim dan juga seluruh Indonesia.

Lebih jauh diterangkan Kanit Turjawali Satlantas Polres Kutim Ipda Bagus Pradana, sejatinya apa yang dilakukan oleh pihak Kepolisian dalam menggelar Operasi Patuh Mahakam 2019. Ialah untuk membuat pengendara dapat memahami aturan berlalu-lintas, sehingga angka kecelakaan dijalan raya menjadi berkurang.

“Operasi Patuh Mahakam 2019 ini berlangsung sejak tanggal 29 Agustus 2019 hingga 11 September nanti, dengan kata lain ada waktu dua minggu operasi ini dijalankan oleh pihak Satlantas Polres,” terang lelaki berkacamata ini menutup wawancara. (Arso)