oleh

Program Minum Obat Kaki Gajah di Gelar Oktober Mendatang

-Berita, Kecamatan, Ragam-Dibaca : 75 Kali

SANGATTA – Dinas Kesehatan akan menggelar kembali program minim obat kakhi gajah (filariasis limfatik, red) pada bulan Oktober mendatang. pemberian obat penyakit kaki gajah atau Filariasis ini merupakan program rutin selama lima tahun. Pada tahun ini merupakan periode tahun kelima bagi Kutim dalam pemberian obat Filariasis.

Kadiskes Bahrani Hasanal menyebutkan jika dalam periode lima tahun terakhir, ditemukan kembali ada 1 persen saja adanya sampel darah warga yang ditemukan positif kaki gajah. Maka akan terjadi proses pemberian ulang obat tersebut untuk warga, dengan periode tambahan hingga dua tahun.

“Penyakit kaki gajah atau Filariasis memang pernah ditemukan di Kecamatan Muara Bengkal. Namun saat ini kasus serupa sudah tidak pernah ditemukan lagi. Pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kutim untuk benar-benar ikut berpartisipasi dalam mensukseskan program minum obat Filariasis ini, sehingga mampu menekan resiko penyakit kaki gajah di Kutim,” terang dr Bahrani.

Ditemui terpisah, Ipung Anyek Camat Busang, berjanji siap menyukseskan program minum obat Filariasis atau kaki gajah, khususnya di Kecamatan Busang. Namun demikian, Ipung berharap jika memang Dinkes Kutim memiliki anggaran operasional lebih dalam program pencegahan kaki gajah ini, maka dirinya berharap anggaran tersebut bisa dialokasikan pada setiap Rukun Tetangga (RT) di masing-masing desa.

“Suksesnya program minum obat kaki gajah ini tidak terlepas dari peran para Ketua RT yang menjadi Posko pengobatan, dalam menggerakkan warganya. Namun jika memang tidak ada anggaran operasional, maka pihaknya tetap akan mendukung penuh program pencegahan penyakit kaki gajah ini,” terangnya lebih jauh. (Arso/ADV)