oleh

BPBD Minta Warga Tidak Membakar Lahan

SANGATTA –  Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Timur, upaya Pemerintah Kabupaten terus dilakukan untuk memadamkan titik api agar mencegah kepulan kabut asap semakin parah di daerah ini. Sehingga upaya penanganan dan pencegahan tidak saja menjadi tanggung-jawab BPBD, namun bagimana masyarakat di seluruh wilayah Kutai Timur, diharapkan sadar agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Mengingat pada saat ini, sedang masuk puncaknya musim kemarau, sehingga aktfitas pembakaran lahan tidak saja merugikan diri sendiri, namun juga merugikan dan menganggu kesehatan masyarakat secara luas.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tercatat Karhutla terjadi sejak Kamis (12/9) tepatnya pada pukul 13.58 Wita di Poros Sangatta-Bontang, Jl. Loa Hitam Ujung, Kecamatan Sangatta Selatan, dengan luasan lahan terbakar sebesar 4 hektar. Lalu padan Sabtu (14/9)  lalu, pada pukul 11.21 Wita terjadi kebakaran di Jl. Poros Kenyamukan, Kecamatan Sangatta Utara dengan luas lahan terbakar 100 hektar, dimana kronologi kebakaran bermula dari wilayah RT 26 dan menyebar hingga RT 49.

Kepala BPBD Kutim Syafrudin MAP, penanganan dua kejadian tadi melibatkan 1 unit mobi tangki BPBD dan 1 unit mobil PMK, dimana terjun personel Posko Karhutla BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan (DPKP), KPHP, Polsek, Koramil, Dishub, Senkom, serta warga setempat. “Kita tidak dapat melepaskan tanggung-jawab begitu saja dengan keadaan ini, sebagaimana dalam motto BNPB ada simbol segitiga yang melambangkan tiga kekuatan penangan bencana. Yakni merupakan tanggungjawab antara pemerintah, swasta, hingga masyarakat, dalam menanggulangi bencana,” tegasnya.

Syafruddin meminta kepada semua pihak untuk bersama bahu-membahu menanggulangi dan mengatasi Karhutla. Bahkan pihaknya kewalahan dalam memadamkan Karhutla, yang terjadi beberapa hari tersebut. Selain memang minim armada teknis dilapangan, kekurangan personel  pemadam juga menjadi persoalan yang mengiringi BPBD Kutim.

“Akhir-akhir ini Karhutla tidak saja terjadi di Sangatta, Kutai Timur saja. Namun juga terjadi dibeberapa wilayah di Kalimantan pada umumnya. Kabut asap melanda Kutim pada beberapa hari ini, bahkan lebih parah terjadi di Kabupaten Berau, yang menyebabkan aktifitas penerbangannya tidak dapat berjalan alias tutup,” ungkapnya. (Arso)

  • " data-pin-do="buttonPin" data-pin-config="beside">

News Feed