oleh

Ini Skema Penerimaan Tenaga Lokal di PT Kaltim Prima Coal!

-Berita Pilihan, Ekonomi, Ragam-Dibaca : 1.750 Kali

SANGATTA – PT. Kaltim Prima Coal (KPC) sebagai salah-satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia, yang wilayah eksplorasi tambangnya berada di Kabupaten Kutai Timur. Ternyata memiliki pola penerimaan terkait tenaga kerja lokal daerah, terutamanya untuk wilayah Ring I yakni wilayah yang berada dekat dengan ekspolari tambang tersebut.

Manager External Relation PT Kaltim Prima Coal (KPC) Yordhen Ampung menyebutkan wilayah Ring I meliputi kecamatan Sangatta, Rantau Pulung, dan Bengalon. Tahun 2004 hingga 2006 ada gelombang pemasukan lamaran kerja ke PT KPC, yang dilist oleh pihak perusahaan mencapai angka 6.000 lamaran kerja masuk.

“Sehingga untuk menyaring dan memilih mana tenaga kerja lokal, itu sangat sulit pada waktu itu. Lalu dilakukan pembangunan sebuah sistem penerimaan karyawan dengan pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans, red) Kutim. Bagaimana mekanisme yang mendekati penyerapan tenaga kerja lokal, dapat berjalan dengan baik dan benar-benar merata,” ungkap Yordhen Ampung.

Dan terbentuk satu sistem yang pada saat itu dinamakan sistem skoring, dimana dalam sistem penerimaan tersebut tidak bicara soal etnis atau suku. Namun bicara soal bagaimana lamanya seseorang tinggal di Kabupaten Kutai Timur, yakni terkait waktu kelahiran, menempuh sekolah dasar hingga SMA di ketiga kecamatan tersebut, tentu nilai skoringnya 100. Yordhen sendiri mewakili pihak PT KPC mengaku tidak menutup kemungkinan untuk pembenahan sistem penerimaan tenaga kerja, jika memang ada sistem yang lebih baik dari sistem skoring.

“Karena kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita ingin mengakomidir semua suku yang lokal. Dimana bagaimana menentukan kelokalan seseorang, dalam mekanisme itu ialah melihat dari tingkat lamanya seseorang tinggal di Kutai Timur. Menilainya seperti, ketika seseorang lahir di Sangatta, Bengalon, Rantau Pulung maka itu masuk Ring I. Lalu menempuh jalur pendidikan SD, SMP, SMA di daerah. Semisal seseorang lahir di Samarinda, namun SMP-nya di Sangatta, tentu ada poin alias nilai tetapi tidak sebesar 100 poinnya,” jelas Manager External Relation PT KPC.

Untuk saat ini, karyawan dari perusahaan tersebut berjumlah dikisaran 4.500 orang lebih. Ditambah sub kontraktor yang karyawannya berjumlah 21.000 orang, sehingga ada karyawan masuk dalam bidang pertambangan batu bara sebagai dampak ikutan sebanyak 25.000 yang bekerja langsung.

“Jika memakai asumsi 1 orang memiliki 1 istri dan 1 anak. Maka tinggal dikalikan sebanyak 3, dengan kata lain ada 75.000 yang tergantung secara langsung terhadap operasional tambang batu bara yang dilakukan PT. Kaltim Prima Coal. Sehingga inilah harapan kita, betapa berat dan besarnya harapan kita supaya kegiatan operasi tambang perusahaan dapat diperpanjang,” tukas lelaki berkaca mata ini. (Arso)

  • " data-pin-do="buttonPin" data-pin-config="beside">