oleh

Miras Senilai Rp. 41 Juta Lebih Dimusnahkan KPPBC TMP C Sangatta

SANGATTA – Dihadapan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Wilayah Kalimantan Bagian Timur Rusman Hadi dan Bupati Kutai Timur Ismunandar, ditunjukkan 42 botol minuman keras dengan nilai total Rp. 41.736.000 hasil penidakan dari 11 kecamatan di Kutai Timur.

Selain itu terdapat pula rokok ilegal sebanyak 89.580 batang hasil tembakau yang kemudian dilakukan pemusnahan secara bersama oleh keduanya, didampingi Kepala KPPBC TMP C Sangatta Hari Murdiyanto, Kapolres Kutim AKBP Indras Budi Purnomo, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Osben libos Naibaho, Kejari Kutim Setyowati, Kepala PN Sangatta Rahmat Sanjaya, dan Sekkab Irawansyah.

Kepala KPPBC TMP C Sangatta Hari Murdiyanto menyebutkan bahwa pelaksanaan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) yang dilaksanakan pada Selasa (10/12) siang tadi, telah mendapatkan persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bontang.

“Barang-barang tersebut merupakan hasil penindakan yang dilakukan dari pertengahan Januari hingga September 2019 lalu. Setelah berhasil melakukan penindakan terhadap pelanggaran bea dan cukai, dengan total pelanggaran sebanyak dua puluh sembilan kali. Mulai dari Sangkulirang, Kaubun, Kaliorang, Busang, Rantau Pulung, Muara Wahau, Bengalon, Kongbeng, Sangata Selatan, Batu Ampar, serta Muara Bengkal,” ungkapnya lebih jauh.

Bupati Ismunandar saat diwawancari wartawan mengungkapkan bahwa peredaran miras tidak didukung oleh Pemkab Kutim, bahkan ternyata peredarannya hingga ke daerah pedalaman Kutim. “Ternyata miras tetap saja beredar di Kutim, waktu pemusnahan di Kajari hanya ada satu merk miras yang dimusnahkan. Kalau pemusnahan yang diadakan KPPBC TMP C Sangatta amat beragam. Seperti salah-satunya anggur kolesom, yang beredar hingga ke kebun,” ungkapnya. (Arso)

  • " data-pin-do="buttonPin" data-pin-config="beside">