oleh

Earthworm Foundation Tandatangani Nota Kesepahaman Dengan Pemkab Kutim

SANGATTA – Chairwoman Earthworm Foundation Rauli Panjaitan melakukan penandatanganan nota kesepemahaman dengan Pemerintah Kabupaten, dalam hal ini Bupati Ismunandar pada Senin pagi (13/1/2020) di ruang Meranti Kantor Bupati. Earthworm Foundation merupakan eks The Forest Trust (TFT) yang telah bergerak selama 20 tahun lebih bekerjasama dengan mitra-mitranya, dalam menangani permasalahan lingkungan dan sosial.

Lembaga ini meyakini jika pertumbuhan ekonomi yang andal juga harus meningkatkan kehidupan petani dan pekerja, bahwa pertanian dan kehutanan dapat dan harus berkembang bersama. Dengan pencapaian utama yakni meningkatkan keterlibatan pemerintah terkait kebijakan ekologis dan ekonomis, program ini telah dimulai pada 2017 lalu dan saat ini beroperasi di 4 area kritis di Indonesia.

“Earthworm juga membantu mendefinisikan deforestasi sebagai pedoman untuk keputusan-keputusan pendapatan sumber daya, dengan pendekatan High Carbon Stock (HCS) di tahun 2011. Selanjutnya melatih pakar-pakar sosial melalui program Centre for Social Excellence yang hingga sekarang menamatkan 160 spesialis. Selain itu ada pencapaian lain berupa peluncuran jasa satelit agar perusahaan dapat melacak isu-isu rantai pasok secara real time,” terang Rauli Panjaitan.

Lembaga ini bahkan telah melakukan peningkatan skala sukses petani kecil melalui usaha-usaha inovatif pada 2017 dan 2018, dengan program percontohan terkait argibisnis yang bertanggungjawab dan menciptakan merek produk petani kecil yang dijual secara langsung pada konsumen.

Outreach Lead Earthworm Foundation Arief Perkasa

Sementara itu dalam laporan dihadapan Bupati Ismunandar dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang serta seluruh jajarannya, pada Coffe Morning. Strategic Outreach Lead Earthworm Foundation Arief Perkasa menerangkan, bahwa dengan kerjasama tersebut tentu ada upaya yang dapat meningkatkan penghasilan petani maupun masyarakat Kutim untuk mendapati langsung perusahan-perusahaan yang membutuhkan produk.

“Earthworm Foundation sendiri memiliki kerjasama dengan lebih dari 80 perusahaan di Indonesia yang bahkan bermain dalam skala dunia, antara lain Nestle hingga Jhonson-Jhonson, maupun perusahan-perusahaan lainnya. Mereka banyak mengambil bahan baku dari Kaltim, yakni kelapa sawit, cokelat, kelapa, hingga bahan pembuat kertas,”tegas Arief Perkasa. (Arso)

  • " data-pin-do="buttonPin" data-pin-config="beside">