oleh

Penindakan Barang Ilegal, Bantu Pengembangan Dunia Usaha Dalam Negeri

SANGATTA – Kepentingan menjaga kegiatan ekonomi yang sesuai dengan aturan main yang ditetapkan negara, berada di Kementerian Keuangan (Kemenkue). Apalagi hal tersebut erat kaitannya terhadap pemasukan negara, melalui pajak yang didapatkan atas suatu barang legal yang diperjual-belikan di Indonesia.

Untuk itulah Kemenkue melalui tangan Bea dan Cukai, bertindak untuk menjalankan aturan main terhadap kegiatan ekonomi di masyarakat. Dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi dan penegakan hukum serta kepercayaan masyarakat hingga dunia usaha. Hal ini pula yang dijalankan oleh pihak KPPBC Tipe Madya Pabean C Sangatta, yang dipimpin Hari Murdiyanto.

Sehingga pengawasan terhadap pelanggaran di bidang impor baik umum maupun fasilitas kepabeanan, pelanggaran bidang ekspor, bahkan terkait peredaran pitai cukai palsu, minuman keras impor dan rokok ilegal. Menjadi domain Bea dan Cukai baik dalam hal penindakkan secara menyeluruh, sebagaimana perintah Presiden RI Joko Widodo.

“Harapannya potensi ekonomi masyarakat dan pelaku usaha dalam mengeluarkan produk-produk legal, dapat menjaga stabilitas yang utama. Adanya penindakan dari pihak Bea dan Cukai akan menggerus beredarnya produk-produk ilegal, seperti misalnya peredaran rokok ilegal,” ungkap Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Sangatta Hari Murdiyanto didampingi Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Yodi Hanidi.

Hal ini juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat dari level ekonomi atas hingga menengah kebawah, mengenai betapa pentingnya mengupayakan pembelian produk legal dalam membantu menjaga pemasukan bagi negara.

“Tentu giat penindakan produk ilegal akan makin gencar dilakukan, jelas hal ini membantu pelaku-pelaku usaha maupun dunia usaha dalam menjaga kondusifitas pasar agar tidak terganggu oleh produk ilegal yang masuk ke wilayah perkotaan hingga pedesaan. Karena akan sia-sia bagi pelaku usaha legal jika kemudian harus bersaing dengan pelaku usaha ilegal,” tegasnya.

Itulah pentingnya keberadaan KPPBC Tipe Madya Pabean C Sangatta, selain dalam membantu memfasilitasi soal perizinan, kemudian menekan pasar ilegal, juga dilakukan penindakan atau pemberantasan barang-barang ilegal dipasaran.

“Sebagai informasi, terkait hal penindakan yakni berupa gempur rokok ilegal pada tahun 2019 lalu. Bea dan Cukai Sangatta telah berhasil menekan tindak peredaran rokok ilegal di Kutim, hingga mencapai angka dibawah 3 persen alias mencapi 90.000 batang rokok. Dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 370.000 batang rokok. Mengingat hal ini merupakan program nasional, sesuai perintah Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani,” ungkapnya.

Tantangan pada tahun 2020 bagi KPPBC Tipe Madya Pabean C Sangatta, terkait kenaikan cukai rokok. Untuk itu sudah menjadi hukum sebab-akibat, bahwa saat tarif cukai rokok naik maka kemungkinan produk-produk rokok ilegal menyebar dipasaran semakin tinggi. Sehingga itulah yang menjadi perhatian lebih dari pihak Bea dan Cukai untuk mengatasinya sejak awal tahun ini. (Arso)

  • " data-pin-do="buttonPin" data-pin-config="beside">