oleh

Kuliah di China, Syarifah Mahasiswi Asal Kutim Dinyatakan Bebas Corona

-Berita Pilihan, Ragam-Dibaca : 1.748 Kali

SANGATTA – Dari 14 mahasiswa-mahasiswi dari Provinsi Kalimantan Timur yang masuk dalam 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang di observasi di Natuna pasca evakuasi dari Wuhan, China beberapa waktu lalu. Ternyata ada 1 mahasiswi asal Kabupaten Kutai Timur yang ikut pula dipulangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia, mahasiswi tersebut bernama Syarifah Nur Kholifah Saing.

Kepulangan Syarifah tentu disambut bahagia oleh Ibunya yakni Maryam, dengan bekal Surat Keterangan Pemeriksaan (SKP) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang ditandatangani langsung Kolonel Ckm. dr. I Wayan Agus Putra, Sp.P dan Letkol Ckm. dr.Agus Patmono, Sp.PD, MARS. Gadis yang lahir pada 3 Mei 2000 tersebut, dinyatakan telah melewati masa observasi di Natuna.

Dalam surat keterangan pemeriksaan tersebut, warga Kecamatan Sangatta Utara ini bebas dari gejala dan tanda terinfeksi Coronavirus Diseae (COVID-19) dan selanjutnya dinyatakan sehat dan dapat beraktivitas normal kembali ke lingkungan masyarakat.

Tentu adanya berita ini juga diharapkan, agar warga Kutim, khususnya Sangatta Utara. Agar tetap tenang dan tidak terjebak dengan berita hoax terkait penyebaran virus corona. Yang memang saat ini sedang ramai menjadi perbincangan warga dunia maya di Indonesia.

Sementara itu pada Sabtu (22/2/2020) pagi, Bupati Ismunandar berkunjung ke kediaman orang tua Syarifah di Jl KH. Abdulah Gg Rahjan RT 49, Sangatta Utara. Beliau langsung menyapa dan duduk disamping mahasiswi jurusan kedokteran di Hubei, Wuhan. Bupati amat bersyukur dengan kembalinya Syarifah dalam keadaan selamat sampai ke tanah air, dan bisa berkumpul dengan keluarga di Sangatta.

“Kita bersyukur ananda Syarifah bisa pulang ke Kutim dengan kondisi selamat dan baik-baik saja tidak kurang satu apapun. Anak ini merupakan aset Kutim, karena sedang menuntut ilmu di negeri China. Kita doakan semoga lancar dan bisa menyelesaikan kuliahnya,” ungkap Orang Nomor Satu di Kutim ini.

Syarifah sendiri mengaku senang atas kunjungan Bupati, ke rumah kedua orang tuanya. Anak pasangan Muhammad Saing dan Maryam ini mengucapkan rasa terimakasih. Mahasiswi kedokteran semester 4 tersebut, akan mengikuti kuliah secara online selama berada di Kutim.

“Terimakasih pada Pemkab Kutim yang sudah berkunjung ke kediaman keluarga saya. Untuk kuliah sementara lewat online dulu, jika kondisi di China sudah dinyatakan aman maka baru kemudian kembali melanjutkan kuliah di Hubei,” terangnya. (Ima/Ars)

  • " data-pin-do="buttonPin" data-pin-config="beside">