oleh

Tim Legal Advokasi ASKB Sayangkan Laporan Kasus Money Politik Tidak Dilanjutkan

-Berita Pilihan-Dibaca : 836 Kali

WARTAKUTIM.CO.ID, SANGATTA – Tim Advokasi dan Legal Pasangan Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang (ASKB) menaruh hormat dengan keputusan Bawaslu Kutim yang menyatakan sentra Gakumdu Pilkada Kutim Tahun 2020 tidak bisa melanjutkan laporan mereka terkait dugaan money politik yang diterjadi di Sangkulirang.

Namun, mereka mengkhawatirkan penilaian masyarakat karena apa yang menjadi dasar pelaporan ke Panwascam Sangkulirang, lengkap bahkan lengkap dengan video.

“Bagaimana dinyatakan lemah untuk dilanjutkan ke ranah hukum sebagai mana amanat  UU Pemilu, bukti yang diberikan, pengakuan saksi, terduga bahkan barang bukti yang ditemukan Panwascam di bawah kolong penginapan dinilai kurang kuat untuk membawa terduga ke pengadilan. Kasus ini, kami sayangkan akan terekam dalam jejak digital karena semua masyarakat mengetahui, tindakan masif dugaan tindak pidanan money politik di beberapa kecamataan yang terorganisir tiba-tiba mentah dengan alasan keterangan saksi satu dengan lainnya tak berkesuaian,” beber Felly Lung, Ikhwan Syarif, Fajar Bagus dan Eko Sugiarto– Tim Advokasi dan Legal ASKB.

Meski ASKB merupakan paslon peraih suara terbanyak dari paslon lainnya, namun dugaan pelanggaran UU Pemilu harus tetap berjalan dan ditegakan demi supermasi hukum.

Ikhawan Syarif salah satu Tim Legal dan Advokasi ASKB saat mengeyerahkan laporan dugaan tindak pidana Money Politik di Sangkulirang, Kab Kutim.

Selain itu informasi di hentikannya kasus ini oleh Sentral Bakkumdu Kabupaten Kutai Timur dengan alasan tidak cukup saksi cukup mengherankan karena tidak ada informasi ke kami sebagai pelapor tetapi malah di sampaikan ke media.

“Kami malah mengetahui dari Media dan tidak pernah sentra gakkumdu memperdalam atau menanyakan ke kami atas kekurangan yang di maksud. Setiap kami tanya jawabannya sudah masuk ketahap selanjutnya tetapi tiba – tiba di hentikan,” tegas Fajar Bagus.

Jika kurang saksi atau bukti tidak mungkin laporan kami di anggap lengkap oleh panwas kecamataan Sangkulirang dan di proses ketahapan selanjutnya. Terduga aktor intelekutual atapun terduga pemodal money politik ini harus terungkap karena ini memberikan preseden buruk buat jalannya demokrasi di Kutai Timur Tegas Ikhwan Syarif dan Fajar Bagus Tim Legal dan Advokasi ASKB.

Seperti diberitakan, seorang warga Sangatta Selatan berinisial AS di dokumentasikan warga sedang membagikan uang kepada sejumlah pemilih dengan dalih sebagai relawan. Penerima uang sebesar Rp300 ribu wajib mengisi blangko pernyataan akan memenangkan salah satu Paslon. Hal ini sebagaimana pengakuan AS pasa Video yang beredar.

Ketika ditanya oleh Panwas Kecamataan Sangkulirang di Penginapan Andalas Sangkulirang, AS yang datang bersama seorang pria dan menggunakan mobil. Mengaku perbuatannya, demikian sejumlah saksi yang menerima uang dari AS bahkan blangko surat pernyataan dan foto copy surat suara berhasil ditemukan semua terekam Video dan viral di masyarakat.