oleh

DPC APSI Kutim Dan Relawan S2 Serahkan Bantuan Kepada Iqbal Korban Tersengat Listrik

-Berita-Dibaca : 589 Kali

WARTAKUTIM.CO.ID,SANGATTA – Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (DPC APSI) Kabupaten Kutai Timur bersama Relawan S2 ASKB memberikan bantuan kepada Iqba,l korban kecelakaan tersengat listrik akibat bencana angin puting beliung yang terjadi beberapa hari yang lalu pada sore hari Selasa, 15 Desember 2020 di Kecamatan Sangatta Utara.

Penyerahan Bantuan langsung diwakili oleh ketua DPC APSI Kabupaten Kutai Timur, Edy. S. SH bersama sejumlah relawan S2. 

“Bantuan tersebut yang langsung diterima langsung oleh istri korban di kediamanan tempat korban,”terangnya.

Ketua DPC APSI Kutim, Edy mengatakan bahwa pemberian bantuan ini sekadar sedikit meringankan beban kebutuhan biaya korban dan sebagai wujud kepedulian DPC APSI Kabupaten Kutai Timur terhadap dampak musibah yang terjadi kepada Iqbal

“Semoga saja dengan bantuan yang kami serahkan tadi bisa membantu meringankan beban korban yang tertimpa bencana khususnya buat Iqbal yang saat peristiwa angin puting beliun tersebut dia tersengat Listrik,”ungkapnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, bantuan tersebut merupakan komitmen DPC APSI Kutim dalam membantu Korban bencana. Dan ini bukan yang pertama kali mereka memberikan bantuan untuk korban bencana.

“Kami akan siap membantu baik secara materil maupun tenaga untuk korban bencana yang ada di Kutim. Saya berharap semoga di Kutim dan di Kaltim tidak ada lagi bencana alam,”ujarnya.

Seperti di ketahui, Angin puting beliung yang terjadi beberapa hari yang lalu merusak beberapa rumah warga di  Gang Rejeki 7, Teluk Lingga, Jalan Kabo, Desa Swarga Bara dan sekitar perumahan munthe.

Iqbal yang profesinya sehari-hari adalah buruh bangunan saat terjadinya angin kencang tersebut sedang bekerja, dia bersama kedua rekannya sedang mengeluarkan besi dan tiba-tiba terjadi konsleting kabel oleh high voltage PLN yang berjarak 1 meter dari mereka dan menyengat Iqbal bersama rekannya tadi. Iqbal yang jaraknya paling dekat menderita luka bakar yang cukup serius. Keduanya sempat dirujuk ke Rumah Sakit, karena keadaan ekonomi keluarga Iqbal yang tidak mampu untuk biaya pengobatan lebih lama dan juga tidak mempunyai BPJS membuat Iqbal hanya bisa dirawat di rumah dengan menumpang di rumah warga Pak Andi Marzuki di Gang Permai yang menampung Iqbal bersama istrinya sementara ini.(gar)