oleh

Kuasa Hukum AS-KB Siap Patahkan Agrumentasi Tim Makin

-Berita Pilihan-Dibaca : 2.001 Kali

Sangatta – Mahkamah Konstitusi (MK) telah menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan sengketa hasil Pilkada 2020 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada tanggal 26 Januari 2021 bersamaan dengan Kota Balikpapan dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sesui jadwal MK, sidang perselisihan hasil pemilihan Bupati Kutai Timur tahun 2020 dengan nomor perkara 91/PHP.BUP-XIX/2021 akan kembali dilaksanakan pada hari selasa tanggal 02 Februari 2021 pukul 08. 00 Wita dengan agenda mendengarkan jawaban termohon, mendengarkan keterangan pihak terkait dan keterangan Bawaslu dan pengesahan alat bukti.

Dalam konferensi persnya di jakarta, Kuasa Hukum pasangan nomor 3 Ardiansyah Sulaiman – Kasmidi Bulang (AS-KB) Febri Diansyah, S.H. yang juga merupakan mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan jika majelis hakim Mahkamah Konstitusi juga sudah menetapkan AS-KB sebagai pihak terkait dalam menghadapi permohonan yang diajukan oleh salah satu pihak yang ikut kontestasi politik dalam proses pemilihan kepala daerah di Kutai Timur.

“Beberapa waktu yang lalu kami sudah hadir, ada kuasa hukum yang mewakili di proses persidangan di MK pada persidangan pertama, dan Alhamdulillah kita bersyukur Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi sudah menetapkan AS-KB sebagai pihak terkait yang akan diproses lebih lanjut di MK,”Ucapnya

Menurutnya, ini adalah bagian proses penting, bahkan seluruh bagian dari permohonan yang diajukan kami sudah membaca secara detail. “dan mahkamah konstitusi memberikan waktu pada KPU pada Bawaslu dan termasuk pada kami sebagai pihak terkait untuk memberikan jawaban, yang akan berlangsung pada tanggal 2 Februari tahun 2021 mendatang,” Jelasnya

Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat Kutai Timur untuk mengikuti seluruh proses persidangan di Mahkamah Konstitusi yang berjalan secara terbuka.  “jadi kita perlu tetap semangat teman-teman yang sebelumnya sudah mengawal proses ini sejak awal, terutama masyarakat yang sudah memilih pak Ardiansyah dan Kasmidi Bulang sebelumnya, dan kita masih harus menjaga proses ini sampai dengan proses persidangan di MK selesai dan kita semua tentu menghormati proses hukum ini,” Ungkapnya

Selain itu, pihaknya  juga mengaku jika seluruh agrumentasi pemohon dipersidangan nanti, kuasa hukum AS-KB bisa menjawab. Bahkan dalam proses persidangan nanti akan ada bukti-bukti lebih yang juga akan disampaikan di proses persidangan di MK.

“ini ikhtiar kita bersama apapun hasilnya nanti harapan kami adalah hasil keputusan mahkamah konstitusi ini bermanfaat bagi masyarakat di Kutai Timur, terutama untuk perbaikan dan pembangunan ke depan.” Tutupnya

Untuk diketahui, gugatan ini sendiri merupakan gugatan yang dilakukan pasangan nomor urut I ke MK, dengan menggugat penyelenggara Pilkada yakni  KPUD Kutim dan Bawaslu Kutim. Namun,  dalam sidang MK kemarin, ternyata pasangan no urut III ASKB, yang tak lain pemenang Pilkada juga telah diterima oleh majelis hakim MK sebagai pihak terkait.

Ini tentu menarik  untuk dicermati oleh masyarakat Kutim.  Sebab, jika kemenangan  perolehan suara  yang begitu besar dikalahkan oleh  urusan adminitrasi, maka  tentu suara yang telah diperoleh pemenang,   akan sia-sia. Dilain pihak, pemilih ASKB, yang fanatik,  tentu kecewa,  karena telah mati-matian  membantu calon yang dijagkonnya agar menang, memimpin Kutim lima tahun ke depan,   ternyata harus lenyap  akibat adminitrasi yang salah  yang dilakukan KPU dan dan pengawasan Bawaslu.

Tapi,  keempat pihak terkait dalam  gugatan ini  tentu punya optimisme sendiri. Makin sebagai pengugat yakin akan gugatannya diterima, dengan harapan pemenang didiskualifikasi.  Namun tergugat yakni KPU, Bawaslu yakin apa yang mereka lalukan dalam Pilkada Kutim sudah benar. Serta ASKB, sebagai pihak terkait, juga optimis, akan mematahkan semua dalil yang dibawa oleh Makin ke MK.

Beberapa waktu lalu, Ketua Bawaslu Kutim Andi Mappasiling pada Wartawan di Mapolres Kutim  menyatakan, meskipun belum mengetahui semua apa isi gugatan Makin, namun yakin  tidak jauh-jauh dari  apa yang sebelumnya sudah bergulir selama proses Pilkada ke Bawaslu. “Semuanya sudah kita pernah uji di Bawaslu, Gakumndu. Semua bisa dipatahkan. Jadi kami tidak takut. Misalnya, masalah PLT Kadis, itu tidak masalah. Dan beberapa masalah lain, semua sudah diuji, tidak memenuhi unsur atau pelanggaran Pilkada,” katanya.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0