oleh

Silpa APBD Kaltim 2020 Rp. 2,95 T, DPRD Nantikan Penjelasan Pemerintah

-Berita Pilihan-Dibaca : 323 Kali

SAMARINDA –Silpa atau anggaran sisa APBD provinsi Kaltim tahun 2020 mencapai Rp 2.95 triliun. Siva sebesar itu cukup mengagetkan namun kayaknya bisa dimaklumi DPRD sebab situasi pandemic covid 19 selama hampir 2 tahun ini membuat belanja daerah dan perjalanan dinas tidak maksimal berjalan.

Meski begitu, DPRD Kaltim tetap akan melakukan pencermatan dan analisa dana SIlpa segede itu dibelanjakan kemana saja sehingga pemerintah dan DPRD dapat menyampaikan pertanggung jawaban keuangan secara transparan dan terbuka sehingga tidak memicu anggapan miring terhadap dua lembaga.

Ketua fraksi PKB DPRD Kaltim Syafruddin mengungkapkan pihaknya butuh penjelasan pemerintah dibelanjakan kemana saja Silpa anggaran 2020 itu. Olehnya anggota DPRD khusunya komisi III meminta Sekretaris Dewan untuk mengagendakan persidangan penyampaian laporan terkait Silpa anggaran yang masih sangat besar nilainya di Kaltim. “Kita akan panggil Pemerintah menjelaskan Silpa sebanyak itu anggarannya kemana, dan kalau tidak terpakai apa program yang akan di usulkan pemerintah ke DPRD, semua itu kita akan tanyakan,”terang Syafruddin usai persidangan Rabu 1 agustus 2021 .

Sejumlah alokasi dana yang besar dalam APBD Kaltim yang selama covid tidak berjalan sesuai program adalah perjalanan dinas. Kegiatan para PNS itu selama covid terjadi praktis perjalanan dinas tidak terjadi sebab terkendala aturan protocol kesehatan pandemic covid 19.

Silpa APBD Kaltim yang besar itu kelak oleh Fraksi PKB di komisi III agar Silpa Rp 2.95 triliun itu di usulkan untuk di refucussing ke pengusulan penggunaan anggaran perubahan untuk membiayai 3 usulan belanja daerah yang saat ini sangat urgent, yakni belanja soal penanganan covid 19, pengalokasian anggaran untuk infrastruktur berupa pembangunan proyek pengendalian banjir dan proyek yang diusulkan pemeintah pusat yakni pembebasan lahan jembatan Pulau Balang.

“kalo memang benar Silpa itu masih tersisa Rp. 2.95 T maka kita akan usulkan untuk refucussing ke proyek proyek prioritas agar anggaran APBD ini terpakai,”ujar Syafaruddin.