Berita

Kesbangpol Kutim Sosialisasi Pendidikan Politik untuk Mahasiswa

389
×

Kesbangpol Kutim Sosialisasi Pendidikan Politik untuk Mahasiswa

Sebarkan artikel ini

WARTAKUTIM.CO.ID,SANGATTA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah mengambil inisiatif penting dengan menyelenggarakan sosialisasi pendidikan politik yang ditujukan kepada mahasiswa dari berbagai kampus di wilayah tersebut. Acara bersejarah ini berlangsung di Mushola Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) Kutim pada Selasa, 30 Mei 2023, menunjukkan komitmen serius dalam mempersiapkan generasi muda untuk berperan aktif dalam proses demokrasi.

Kegiatan tersebut mendapat arahan dan dukungan langsung dari Kepala Kesbangpol Kutim, Basuni, yang dengan jelas menjelaskan alasan di balik penyelenggaraan sosialisasi ini. Tujuannya adalah untuk mengajak dan mendorong para mahasiswa untuk turut serta secara aktif dalam mendukung Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang dijadwalkan pada tahun 2024. “Kami berharap para mahasiswa dapat berperan serta secara aktif dalam kesuksesan pemilu dan pilkada mendatang,” ucapnya dengan tekad.

Tidak hanya itu, peran penting mahasiswa dalam proses demokrasi juga diakui oleh Asisten 1 Pemkesra Setkab Kutim, Poniso Suryo Renggono. Dalam pandangannya, kegiatan sosialisasi pendidikan politik ini menjadi penting karena melibatkan partisipasi aktif dari mahasiswa, yang dapat berfungsi sebagai motor penggerak dalam masyarakat. Pentingnya memberikan informasi terkait pendidikan politik kepada mahasiswa adalah untuk membekali mereka dengan pengetahuan yang mendasar mengenai proses politik dan demokrasi.

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa diharapkan akan mampu menjadi agen perubahan yang efektif dalam mengedukasi masyarakat mengenai prinsip-prinsip demokrasi dan aturan-aturan yang berlaku dalam konteks pemilihan umum, seperti Pemilihan Presiden (Pilpres), Pemilihan Legislatif (Pileg), dan Pilkada serentak. Poniso menegaskan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk menghadapi penyebaran berita palsu atau hoaks yang dapat merusak stabilitas masyarakat. “Mahasiswa memiliki potensi untuk menangkal penyebaran berita palsu yang merugikan dan merusak suasana kondusif,” ungkapnya.

Dalam konteks pendidikan karakter Islam yang dimiliki oleh mahasiswa dari STAIS Kutim, harapannya semakin besar. Poniso berharap mereka dapat memberikan kontribusi positif yang signifikan dalam proses pesta demokrasi yang akan dihadapi pada tahun 2024 mendatang. “Kami berharap mahasiswa ini mampu menciptakan lingkungan yang harmonis dalam masyarakat terkait pelaksanaan pesta demokrasi,” tambahnya dengan optimisme.

Dengan inisiatif sosialisasi pendidikan politik ini, Kesbangpol Kutim dan pemerintah setempat telah membuka jalan menuju kesadaran politik yang lebih tinggi dan partisipasi yang lebih aktif dari generasi muda. Proses mendidik dan membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang mendalam tentang politik akan memberikan fondasi kuat untuk mewujudkan pemilihan umum yang adil, transparan, dan berintegritas pada tahun-tahun mendatang. (ADV)