Berita

Ketua DPRD Apresiasi Upaya Kurangi Antrean BBM di Kutai Timur

539
×

Ketua DPRD Apresiasi Upaya Kurangi Antrean BBM di Kutai Timur

Sebarkan artikel ini

WARTAKUTIM.CO.ID.,SANGATTA – Ketua DPRD Kutai Timur, Joni, mengapresiasi langkah positif pemerintah kabupaten dan instansi terkait dalam membentuk Tim Satuan Tugas Pengawas Bahan Bakar Minyak (BBM). Langkah ini berhasil mengurangi antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjelang akhir tahun 2023.

Meskipun sukses sementara, Joni menegaskan perlunya kehati-hatian agar pemerintah tidak terlena. Antrean kendaraan roda dua, roda empat, dan roda sepuluh harus tetap menjadi fokus untuk mencegah kemacetan di jalan-jalan utama Sangatta.

“Keberadaan satgas pengawas sangat diperlukan oleh masyarakat di Kutai Timur. Warga sering mengeluhkan antrean panjang kendaraan di jalan-jalan utama Sangatta,” ujar Joni pada Rabu (22/11/2023).

Dengan adanya satgas pengawas di SPBU, Joni optimistis bahwa antrean kendaraan yang mengganggu lalu lintas dapat diurai, memberikan solusi positif bagi masyarakat Kutai Timur. Upaya ini penting mengingat antrean di SPBU tidak hanya mengakibatkan ketidaknyamanan, tetapi juga berpotensi menciptakan kemacetan di jalan-jalan utama.

Langkah-langkah pemerintah bersama instansi terkait menunjukkan keseriusan mereka mengatasi masalah transportasi di daerah ini. Joni berharap langkah ini bukan hanya solusi sementara, melainkan langkah berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas transportasi dan mencegah masalah antrean di masa mendatang.

Pentingnya kerja sama antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi sorotan Joni. Ia mengajak semua pihak untuk berkontribusi aktif dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas dan mendukung inisiatif positif seperti pembentukan satgas pengawas.

Meski menyadari kompleksitas tantangan di bidang transportasi, Joni menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Masyarakat perlu diberikan informasi yang jelas mengenai langkah-langkah yang diambil pemerintah, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam menangani masalah transportasi.

Dengan pembentukan Tim Satuan Tugas Pengawas BBM, diharapkan Kutai Timur dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi masalah transportasi serupa. Keberhasilan ini diharapkan bisa menjadi dorongan untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi dalam menyediakan pelayanan transportasi yang lebih efisien dan nyaman bagi masyarakat. (Adv/Rn)