AdvetorialBerita Pilihan

SMAK Santo Yoseph Sangatta, Memukau dengan Kreativitas Pelajar dalam Kegiatan P5″

1004
×

SMAK Santo Yoseph Sangatta, Memukau dengan Kreativitas Pelajar dalam Kegiatan P5″

Sebarkan artikel ini

WARTAKUTIM.CO.ID,SANGATTA – SMAK Santo Yoseph Sangatta Kutai Timur berhasil menciptakan gebrakan baru dalam pelaksanaan Kegiatan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) pada Jumat, 19 Januari 2024. Acara ini, yang digelar di halaman Sekolah SMAK Yoseph Sangatta, tidak hanya menampilkan tema menarik, “Kearifan Lokal, Kewirausahaan, dan Bhineka Tunggal Ika,” tetapi juga menghadirkan suasana yang dekat dan akrab antara siswa serta lingkungan belajar.

Kepala Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Santo Yoseph Sangatta, Ketut, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk meningkatkan pemahaman dan nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar. “Kegiatan P5 ini dirancang secara matang dengan fokus pada tema yang mencakup kearifan lokal, semangat kewirausahaan, dan prinsip-prinsip persatuan bangsa,” ujarnya kepada wartakutim.

Lebih lanjut, Ketut menambahkan bahwa SMAK Santo Yoseph Sangatta mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan kegiatan ini di halaman sekolah, menciptakan suasana yang lebih dekat dan akrab antara siswa serta lingkungan belajar. Hal ini diharapkan dapat membantu para pelajar meresapi dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Acara tersebut dihadiri oleh Penyelenggara Bimas Katolik Kutai Timur, perwakilan dari lanal Sangatta Nasution bagian Paspotmar dari TNI AL Sangatta, kasat Reskoba Polres Kutim Jelatu, pastor Rekan, Paroki Santa Theresia Sangatta Pastor Tarno, orang tua murid, serta perwakilan dari PT. KPC dan PAMA. Para siswa SMAK Santo Yoseph Sangatta juga turut menyajikan beragam tarian tradisional dan kuliner sebagai bagian dari kegiatan tersebut.

Kegiatan Bazar yang diadakan oleh para siswa SMAK Santo Yoseph Sangatta

Ketut menekankan bahwa kehadiran bazar pada kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan minat berwirausaha di kalangan siswa. Siswa-siswi kelas 10 dan 11 diberikan kesempatan untuk menciptakan dan menjajalankan produk kuliner mereka, sesuai dengan konsep kegiatan yang mengusung tema kearifan lokal, kewirausahaan, dan Bhineka Tunggal Ika.

 

“Kegiatan ini merupakan kali kedua diadakan oleh SMAK Santo Yoseph Sangatta, dan sejalan dengan semangat Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan RI. Kami berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa setiap tahun dengan tema dan konsep yang berbeda, dengan harapan dapat meningkatkan kreativitas dan kemandirian para siswa-siswi,” pungkasnya. (ADV/WAL)