Berita

Pemkab Kutim Menyediakan Anggaran Rp6 MIlliar Untuk Pengadaan Seragam Untuk Siswa

361
×

Pemkab Kutim Menyediakan Anggaran Rp6 MIlliar Untuk Pengadaan Seragam Untuk Siswa

Sebarkan artikel ini
Pemkab Kutim Menyediakan Anggaran Rp6 MIlliar Untuk Pengadaan Seragam Untuk Siswa

WARTAKUTIM.CO.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) telah mempersiapkan anggaran untuk pengadaan baju seragam anak sekolah dan guru. Hal tersebut disampaikan bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, saat ditemui awak media belum lama ini.

Dikatakannya, Pengadaan baju seragam Gratis untuk seragam sekolah bagi anak SD dan SMP, termasuk guru, salah satu janji politiknya kepada masyarakat dan tanggungjawab dari pemkab Kutim

“Tahun ini, janji kami menyediaan baju seragam bagi anak sekolah dan guru itu akan dipenuhi. Anggaranya sudah disiapkan di Dinas Pendidikan,” katanya

Ia menambahkan, baju seragam tersebut tidak hanya diperuntukkan untuk sekolah Negeri, tetapi juga swasta. “Meskipun anggaran kita terbatas, namun ini program yang perlu kita tunaikan, demi peningkatan mutu pendidikan di Kutai Timur,” katanya.

Sementara itu PLT Kepala Dinas Pendidikan Kutim Hj Irma Yuwinda didampingi Kasubag Program Sarah mengakui, Disdik menyiapkan anggaran sekitar Rp. 6 miliar untuk pengadaan seragam. Seragam anak sekolah nilainya sekitar Rp 4 miliar, sementara seragam guru nilainya sekitar Rp 2 miliar.

Seperti diketahui, ASKB memiliki tujuh skala prioritas yang merupakan janji kampanye mereka saat Pilkada lalu, termasuk dibidang pendidikan didalamnya ada pengadaan seragam sekolah.

Selain itu ada pengadaan buku sekolah, beasiswa Kutim Tuntas bagi pelajar dan mahasiswa, peningkatan Bantuan Operasional Sekolah (BOSDA) negeri dan swasta, peningkatan insentif guru dan tenaga kependidikan, perbaikan dan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan seluruh kecamatan dan mendorong pencapaian standar akreditasi A bagi sekolah negeri dan swasta.

Janji politik lainnya yang juga sedang garap adalah penyiapan lapangan pekerjaan bagi 50.000 tenaga kerja, bantuan modal usaha UMKM dan pelatihan keterampilan, pembangunan dan perbaikan pasar di setiap kecamatan, program Rp 50 juta per RT, pembangunan Gedung UKM Center dan pemberian bantuan keluarga terdampak Covid-19.

Di kesehatan, ada program gratis BPJS bagi masyarakat tidak mampu, menambah pembangunan Rumah Sakit Pratama, peningkatan pelayanan kesehatan puskesmas setiap kecamatan, peningkatan insentif tenaga kesehatan dan gratis biaya persalinan bagi keluarga tidak mampu, dan lain sebagainya (WAL)