Berita

Ketua DPRD Kutai Timur: Proyek Tahun Jamak Jadi Tantangan Bupati dan Wakil Bupati Baru

766
×

Ketua DPRD Kutai Timur: Proyek Tahun Jamak Jadi Tantangan Bupati dan Wakil Bupati Baru

Sebarkan artikel ini

SANGATTA – Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, ST, menyatakan bahwa Bupati dan Wakil Bupati yang baru memiliki peluang besar untuk melanjutkan dan merampungkan proyek-proyek tahun jamak yang belum selesai. Ia menekankan bahwa proyek tahun jamak dirancang dengan jangka waktu dua tahun, sehingga dalam masa jabatan lima tahun, kepala daerah dapat mengatur dan menyusun program serupa sebanyak dua kali.

“Proyek tahun jamak memberikan keleluasaan bagi kepala daerah untuk merencanakan pembangunan secara strategis. Dengan waktu dua tahun per proyek, Bupati dan Wakil Bupati memiliki ruang untuk memastikan program ini berjalan sesuai rencana,” ujar Jimmi, Jumat (6/12/2024).

Namun, ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah proyek tahun jamak di Kutai Timur masih menemui kendala besar. Beberapa proyek seperti pembangunan Masjid Attauba di Sangatta Selatan dan Pasar Modern bahkan belum dimulai. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian lebih serius dari pemerintah daerah agar proyek-proyek tersebut dapat direalisasikan sesuai jadwal.

Kondisi ini diperburuk dengan adanya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) dari proyek tahun jamak sebelumnya, yang mencapai lebih dari Rp400 miliar. Menurut Jimmi, besarnya Silpa ini menunjukkan rendahnya serapan anggaran dan menjadi tantangan bagi pemerintahan saat ini untuk memperbaikinya.

“Dari Silpa tahun lalu yang mencapai Rp400 miliar lebih, hanya sekitar Rp270 miliar yang dianggarkan kembali dalam APBD Perubahan tahun ini. Itu pun sebagian besar dialokasikan untuk proyek yang diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi ini menunjukkan perlunya perencanaan dan pengawasan yang lebih baik agar anggaran tidak terbuang percuma dan pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Proyek tahun jamak, meskipun dirancang untuk efisiensi, membutuhkan manajemen yang efektif agar dapat berjalan optimal.

Jimmi berharap Bupati dan Wakil Bupati baru dapat memanfaatkan peluang ini untuk membangun kepercayaan masyarakat melalui realisasi proyek-proyek strategis. Dengan waktu yang ada, ia yakin pemerintah daerah mampu memperbaiki kendala yang ada dan memberikan hasil yang maksimal bagi pembangunan di Kutai Timur.

“Keberhasilan melanjutkan proyek-proyek ini akan menjadi bukti nyata bahwa pemerintahan baru dapat bekerja lebih baik dan lebih efektif. Kami di DPRD akan terus mendukung dan mengawasi agar proyek-proyek ini berjalan sesuai harapan,” tutupnya. (adv)