Berita Pilihan

El Nino Ekstrem Ancam Kutim, Perumdam Siaga Jaga Pasokan Air Bersih

118
×

El Nino Ekstrem Ancam Kutim, Perumdam Siaga Jaga Pasokan Air Bersih

Sebarkan artikel ini

Sangatta – Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Perumdam TTB Kutim) menetapkan status siaga menghadapi fenomena El Nino ekstrem yang diperkirakan terjadi pada April hingga Oktober 2026. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap potensi kemarau panjang yang dapat menurunkan ketersediaan air baku di Kutai Timur.

Direktur Utama Perumdam Kutim, Suparjan, menyebutkan berbagai langkah mitigasi terus dilakukan guna menjaga pasokan air bersih. Salah satunya dengan mengoptimalkan seluruh pompa, termasuk perbaikan stang valve agar aliran ke intake bisa maksimal.

“Saat ini tiga unit pompa di intake baru sudah beroperasi, masing-masing berdaya 56 kW untuk meningkatkan pengambilan air baku,” ujarnya.

Di intake lama, kondisi juga mulai membaik. Berdasarkan pemantauan pukul 14.07 WITA, elevasi air naik sehingga pompa 56 kW kembali dapat dioperasikan. Optimalisasi ini meningkatkan debit air dari 185 liter per detik menjadi 339 liter per detik.

Menurut Suparjan, peningkatan ini diharapkan bertahan mengikuti siklus pasang surut. Jika stabil selama 4–5 jam, peluang penambahan pasokan air akan semakin besar.

Selain itu, Perumdam juga menerapkan strategi membaca pola pasang surut untuk menentukan waktu optimal penyedotan air. “Kalau pola ini konsisten, kita bisa tahu kapan harus maksimal menyedot dan kapan mengurangi,” katanya saat meninjau IPA Kabo, Senin (27/4/2026).

Sementara itu, Direktur Teknik Perumdam Kutim, Galuh Boyo Munanto, menyampaikan pihaknya tengah mengonsolidasikan seluruh kekuatan teknis untuk menjaga distribusi air tetap berjalan. Hal ini disampaikannya di Kantor Pusat Perumdam TTB, Kabo Jaya, Sangatta.

Ia mengungkapkan, penurunan curah hujan mulai berdampak pada sejumlah wilayah layanan, terutama Kaliorang dan Sangkulirang, dan diperkirakan akan meluas ke Bengalon serta kecamatan lainnya.

“Kami terus memantau level air di setiap intake. Penurunan debit sudah mulai terasa dan kami bergerak cepat mengantisipasi dampak lebih luas,” ujarnya.

Dalam menghadapi El Nino yang dijuluki “Godzilla”, Perumdam menetapkan tiga langkah utama, yakni optimalisasi produksi, percepatan penanganan kebocoran untuk menekan kehilangan air, serta penguatan koordinasi antar unit operasional.

Perumdam juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, menyiapkan cadangan air, dan segera melaporkan kebocoran pipa.

“Kami berupaya maksimal menjaga pelayanan di tengah cuaca ekstrem. Kami mohon pengertian pelanggan jika terjadi kendala akibat penurunan debit air baku. Komitmen kami tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kutai Timur,” tutup Galuh.

(Humas Perumdam)