Berita PilihanPeristiwa

Banyak Kehilangan Darah, Wahyu Tak dapat Bertahan

125
×

Banyak Kehilangan Darah, Wahyu Tak dapat Bertahan

Sebarkan artikel ini

Sangatta. wartakutim.com – Wahyu (27) warga desa Tepian Langsat kecamatan Bengalon, yang menjadi korban terkaman buaya ganas di Sungai meratap Tepian Langsat. Dinyatakan meninggal dunia Jumat (17/1/2014) sekitar pukul 21.00 wita di RSUD sangatta.

Berdasarkan informasi keluarga korban, nyawa Wahyu tak dapat tertolong, karena banyak mengeluarkan darah pada bagian lukannya yang di digigit buaya.

“Sudah meninggal Pak sekitar satu jam yang lalu. Kata perawat disini, Wahyu banyak mengeluarkan darah dari lukannya sementara darah dari PMI datangnya lambat,” Kata Keluarga Korban Jarsono ketika dihubungi wartakutim.com melalui telepon seluller.

Menurutnya Jasad Wahyu akan dikampung halamannya desa Talaga langsat Kecamatan Tagala langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan. Dikatakannya rencanannya jasad korban akan di bawah malam ini.

“Kami akan pulangkan ke kampung halamannya di Banjar. Karena wahyu ini merupakan warga perantau yang belum lama tinggal di Kutim.”

“Kami berharap pemulangan Wahyu bisa berjalan lancar dan kami minta  teman teman bubuhan banjar untuk memebantu korban dan mendoakannya agar bisa disemayamkan dikampung halamannnya.

Seperti diwartakan sebelumnnya  Wahyu (27) warga  desa tepian langsat kecamatan bengalon, kakinya nyaris putus diterkam buaya kira kira berukuran 6 meter di sungai meratap desa tepian langsat. Jumat (17/1/2013) pada sekitar pukul 10.00 wita.

Kejadian ini menyebabkan, Fandi (50) ayah wahyu ikut menjadi korban keganasan buaya tersebut, saat hendak menolang anaknya dia pun itu tergigit pada bagian jari tangannya sebelah kanan nyaris putus.

Berdasarkan informasi dari keluarga korban Jarsoni, korban diterkam buaya saat sedang memasang jaring penangkap ikan di pinggir sungai bersama 6 rekannya dan ayannya. Tanpa disadari buaya tersebut langsung menyerang Wahyu yang menerkap pada bagian paha sebelah kanan. Pada saat itu dia sedang berada dipinggir sungai.(IA/Has/Del)

Respon (1)

  1. coba bikin penangkaran buaya,,,, katax kutim kaya… vi mana buktinx….. pasti ada koruptor………. buaya itu di pelihara,, bukan dibiarkan di sungai…… asli kota apa sgt…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.