oleh

Pola Kemitraan Sawit DSN Group Dijadikan Model

-Ekonomi-Dibaca : 457 Kali
TEKEN AKAD KREDIT: Bupati Isran Noor (kedua dari kanan) meneken berita acara akad kredit konversi kemitraan kebun sawit PT Dharma Satya Nusantara  (DSN) Group.
TEKEN AKAD KREDIT: Bupati Isran Noor (kedua dari kanan) meneken berita acara akad kredit konversi kemitraan kebun sawit PT Dharma Satya Nusantara (DSN) Group.

SANGATTA- Bupati Isran Noor menyambut baik penandatanganan akad kredit konversi kemitraan kebun kelapa sawit antara PT Dharma Satya Nusantara (DSN) Group dengan tiga koperasi yang ada di 4 desa dalam wilayah Kecamatan Muara Wahau. Penekenan akad kredit kemitraan kebun kelapa sawit dilangsungkan di ruang Tempudau, Kantor Bupati Bukit Pelangi, Minggu pagi (18/5).

“Penandatangan ini (akad kredit, Red) merupakan rangkaian lanjutan dari menekenan MoU (memorandum of understanding) atau nota kesepahaman yang telah digelar sebelumnya antar perusahaan dengan masyarakat selaku pemilik kebun plasma,” kata Isran Noor dalam sambutannya.

Isran Noor mengatakan, pola kemitraan dan pola kerjasama DSN Group yang sedang dikembangkan di Kutim dijadikan model bagi perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah Kutim. Pola kemitraan bisa dalam bentuk parsial. Misalnya, perusahaan sawit hanya membantu bibit atau konsultasi saja. Atau kerjasama dalam bentuk lainnya. Ini terbangun karena ada kesadaran penuh dari masyarakat. Sehingga, angka kemiskinan di desa-desa dapat dikurangi berkat kerjasama positif antar pengusaha dengan rakyat yang difasilitasi pemerintah kabupaten. Dengan begitu, pelunasan biaya investasi kebun sawit harus betul-betul dijaga kelanjutannya, agar kesejahteraan masyarakat terus meningkat.

“Kepada Dinas Koperasi dan UKM sebaiknya mendata berapa nilai transaksi adanya akad kredit tersebut. Dan itu dijadikan tolok ukur sebagai bukti bahwa pola kemitraan kebun kelapa sawit mampu meningkatkan tarap hidup masyarakat,” perintah bupati Kutim.

Sedangkan Abdul johar Ibrahim selaku manajemen PT DSN Group menyatakan, pihaknya sedang membangun kemitraan untuk tiga koperasi seluas 1.541 hektare yang ada di wilayah Desa Deabeq, Desa Benhes, Desa Diaq Lay, serta Desa Muara Wahau. Untuk Koperasi Min Sun Lekut yang diketuai Muis memiliki lahan seluas 422 hektare di Desa Benhes dengan total biaya investasi Rp 19,5 miliar dikerjasamakan PT Swakarsa Sinarsentosa (DSN Group). Untuk Koperasi Min Bea Glang Mandiri diketuai Maskur , memiliki kebun sawit seluas 506 Ha di Desa Deabeq dengan total investasi Rp 23,7 sedang bermitra dengan PT Swakarsa Sinarsentos (DSN Group. Dan, untuk Koperasi Gerdabangagri Center yang diketuai Heang Jiang memiliki lahan seluas373 Ha dengan nilai investasi Rp 17.5 miliar yang sedang bermitra dengan PT Dharma Agrotama Nusantara (DSN) Group.

Masing-masing tiga pengurus koperasi tersebut membubuhkan tandatangan akad kredit konversi di atas kertas bermaterai disaksikan Wakil Bupati Ardiansyah Sulaiman, Asisten Administrasi Sekkab Edward Azran, Kepala Dinas Perkebunan Akhmadi Baharuddin, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aisyah HD, serta sejumlah undangan terhormat lainnya. (kmf2)

DOWNLOAD APLIKASI WARTAKUTIM

  • " data-pin-do="buttonPin" data-pin-config="beside">

Komentar