Karyawan Tambang Berbenah Hadapi Persaingan Tenaga Kerja Asing

Pengurus LSP PEHAPI bersama para penguji , Pemkab Kutim dan manajemen KPC berpose pada acara pembukaan Uji Kompetensi Pertambangan tahun 2014 di Wisma Rayah, Sangatta.
Pengurus LSP PEHAPI bersama para penguji , Pemkab Kutim dan manajemen KPC berpose pada acara pembukaan Uji Kompetensi Pertambangan tahun 2014 di Wisma Rayah, Sangatta.

Industri pertambangan Indonesia mulai berbenah menghadapi persaingan bursa tenaga kerja Internasional, yang akan terbuka mulai tahun 2015 mendatang. Langkah yang telah dilakukan berupa peningkatan standar keahlian karyawan pertambangan, melalui kegiatan sertifikasi kompetensi karyawan pertambangan.

Kegiatan sertifikasi itu kembali digelar untuk yang ke 22 kalinya di Indonesia dan ini merupakan kali keenam digelar di PT Kaltim Prima Coal (KPC). “Pada Januari 2015 nanti, bursa tenaga kerja akan dibuka secara bebas kepada Negara-negara di Asia. Setelah itu, dilanjutkan ke seluruh dunia. Nanti kita akan bersaing dengan tenaga kerja dari Negara-negara lain,” kata Tria Suprajeni, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi

Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), saat pembukaan Uji Kompetensi Pertambangan ke 22 di Wisma Rayah KPC, Jumat (6/6). Menghadapi persaingan pasar tenaga kerja itu, Tria mengatakan, tidak ada cara lain selain upaya meningkatkan standar keahlian karyawan Indonesia. Standar itu dibuktikan dengan adanya sertifikakasi melalui Uji Kompetensi Pertambangan.

KPC sendiri telah menjadi tuan rumah untuk keenam kalinya sejak tahun 2009 lalu, dalam kegiatan sertifikasi uji kompetensi pertambangan. Wakil Kepala Teknik Tambang dan juga selaku GM Health, Safety, Environment and Security (HSES) Imanuel Manege mengatakan, KPC akan terus mendukung kegiatan sertifikasi bagi karyawan yang dilakukan oleh LSP PERHAPI.

Menurut Imanuel, KPC menyadari bahwa saat ini, jaminan yang lebih penting adalah adanya karyawan yang professional. Sebab menurutnya, dalam diri karyawan professional, ada etika yang mendorongnya untuk menerapkan kaidah good mining practice (praktek pertambangan yang baik dan benar).

Acting Manager Learning and Development (L&D) KPC Bangun Nuswanto selaku penyelenggara kegiatan Uji Kompetensi Pertambangan tahun 2014 mengatakan, kali ini uji kompetensi digelar selama tiga hari mulai, Jumat-Minggu (6-9/6). Total peserta sebanyak 47 orang, berasal dari KPC 35 orang, Adaro 3 orang, Vale (INCO) 6 orang dan Berau Coal 2 orang. Ada 8 bidang yang diuji menyangkut bidang operasional tambang, geologi, K3, perawatan peralatan dan perencanaan tambang terbuka. Kegiatan ini melibatkan 21 orang penguji dari PERHAPI. KPC sendiri telah meluluskan 153 orang karyawannya dalam ujian kompetensi ini. Selain itu, sebagian penguji juga berasal dari KPC yang jumlahnya telah mencapai 24 orang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.