Legislator Titip Anggaran Rp7 Milliar Di Badan Perpustakaan Dan Arsip

Kepala Badan Perpustakaan Dan Arsip Kutao Timur Budi Santoso
Kepala Badan Perpustakaan Dan Arsip Kutao Timur Budi Santoso

SANGATTA, Wartakutim.com  – . Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Kutai Timur Budi Santoso mengaku mendapat titipan dana Aspirasi dari Partai Demokrat senilai Rp7 miliar. Namun Budi tidak menyebutkan Legislator, pemilik aspirasi tersebut.

“Badan Perpustakaan mendapat titipan dana Aspirasi dari Partai Demokrat senilai Rp7 miliar.   Karena dana aspirasi juga tak ada nomenklaturnya, maka   dari Rp7 miliar, saya alihkan Rp2 miliar untuk bayar gaji Tenaga Kontrak Daerah (TK2D), sementara Rp5 miliarnya saya tetap gunakan untuk pembebasan lahan untuk ruang perpustakaan yang baru,” jelas Budi Santoso

Sebab, lanjut Budi, semua proses penganggaran di Badang Perpustakaan dan Arsip, telah melalui musyawara membangun desa (Musrembangdes), musyawara membangun kecamatan (Musrembangcam),   musrembang   bahkan Renja, yang semua mengacu pada rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), termasuk renstra (rencana strategis Perpustakaan). Namun setelah diusulkan, melalui pemerintah,   yang keluar ternyata dari DPRD   hanya   sebagian kecil dari usulan semula.

“yang muncul adalah dana aspirasi. Jadi ini juga membingungkan,   karena itu, dana aspirasi tak ada nomenklaturnya untuk itu kami alihkan sebagian untuk membayar gaji TK2D, agar perpustakaan jalan. Karena kalau tidak, artinya saya harus memecat ratusan orang TK2D, yang justru memberikan pelayanan bagi masyarakat di perpustakaan cabang di Kecamatan dan desa,” jelas Budi.

Diakui, untuk menunjang pelayanan pada pembaca, maka perpustakaan dan arsip seharusnya mendapat anggaran minimal Rp6 miliar.   Sebab perpustakaan ini sudah memiliki cabang di seluruh kecamatan, bahkan di desa-desa, juga sudah ada “kami berharap ke depan masalah anggaran ini tidak terjadi lagi,” katanya.

Sekedar diketahui, Perpustakaan saat ini   hanya memiliki kantor, itupun berada di lokasi Jalan Soekarno-Hatta, yang sanagat jauh dari pemukiman.   Karena itu, kunjungan   sangat minim,   untuk itu perpustakaan akan membangun   gedung baru, yang lebih stategis agar pengunjung bisa meningkat.    

“Seharusnya sebagai perpustakaan fasilitas harus lengkap untuk menarik minat masyarakat datang berkunjung, ditunjang dengan ruang baca representatif,” kata Budi Santosa.

Diakui, Budi, bahkan jalan masuk perpustakaan itu juga dibangun atas inisiatip Perpustakaan. Meskipun itu bukan urusan perpustakaan, namun karena   ini sangat diperlukan, untuk itu dia pernah mengalihkan anggaran untuk melakukan pengerasan jalan masuk dari jalan utama ke kantor perpustakaan yang ada sekarang. Ini semua maksudnya agar pengunjung bisa nyaman mengunjungi perpustakaan tersebut. 

“Kedepan kami berharap punya gedung dengan fasilitas yang lebih lengkap, berada di pemukiman, bukan seperti sekarang jauh dari pemukiman. Titik terang ke arah sana sudah mulai terbuka karena pengadaan lahan sudah dilakukan, tingga PU ke depan mambangun gedungnya yang lebih representatif,” katanya. (Ima) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.