Hut Polri Ke-68, Kapolres Kutim Kunjungi Rumah Autis

kapolres _ YKBSangatta, Wartakutim – Kapolres Kutai Timur, AKBP Edgar Diponegore, memimpin upacara  peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Polri ke-68 di halaman Mapolres Kutim, Bukit Pelangi Sangatta, Selasa (1/7) Sore, selanjutnya dirangkai dengan buka puasa bersama seluruh keluarga besar Polres Kutim.

Sebelum pelaksanaan upacara peringatan Hut Polri itu,  di pagi harinya, Kapolres Kutim Edgar bersama para Perwira di jajaran Polres kutim dan ibu Bhayangkari, mengunjungi rumah Autis, yayasan Kasi Bapa (YKAB) yang berada di di jalan Yossudarso, gang Belimbing.

“Setelah dari sini (rumah Autis-red) kami menggelar kegiatan internal, video conference, upacara dan buka puasa bersama, ini rangkaian dari kegiatan peringatan HUT polri, kita laksanakan secara sederhana, mengingat situasi pengamanan pilpres dan suasana berpuasa” jelas Edgar menjawab pertanyaan wartawan.

Dalam acara ramah tamah antara Kapolres dan pengurus yayasan Kasih Bapa, Kapolres Edgar mengapresiasi usaha yang dilakukan yayasan dalam kegiatannya melakukan pendidikan dan upaya membimbing anak berkebutuhan khusus di Sangatta, dengan kemampuan yang cukup terbatas,

” Saya baru mendapat informasi dari pak basuki seminggu yang lalu, hari ini saya agendakan untuk mengajak semua perwira dan ibu Bhayangkari untuk langsung melihat secara dekat dan berkomunikasi dengan mereka,” urainya.

Menurut kapolres, upaya yang telah di dilakukan YKAB ini sudah luar biasa terlebih lagi  sentuhan sentuhan institusi resmi terlihat belum menyentuh ke mereka,”  Saya respek dengan kegiatan ini, sangat luar biasa, saya berharap apa yang sudah di rintis bisa berkembang lebih baik lagi, ini merupakan  cikal bakal perjuangan elemen masyarakat Kutim untuk turut serta membangun dan  mencerdaskan masyarakat, khususnya generasi muda mendatang,” kata Kapolres

Di tambahkan kapolres, Stigma negative di masyarakat bahwa mendampingi dan mengajar serta menterapi anak berkebutuhan khusus merupakan hal yang tidak baik, melalui yayasan dan orang tua siswa informai tersebut harus sesering mungkin di luruskan agar pemahaman dan pengetahuan ini bisa tersebar dan tidak ada lagi ruang pengucilan bagi anak yang berkebutuhan khusus,”Pengetahuan seperti ini tidak nyampai ke kebanyakan orang, harus tetap semangat dan selaalu menginformasikan ke banyak orang bahwa anak anak ini juga punya harapan dan cita cita yang besar,” pinta perwira melati dua ini.

Dalam kesempatan kunjungan ini kapolres dan Perwira serta ibu Bhayangkari juga memberikan bantuan operasional bagi Yayasan Kasih Bapa (YKAB),” Jangan di lihat dari nominalnya, akan tetapi ini merupakan wujud kepedulian kami sebagai bagian dari masyarakat, ini juga berkaitan dengan HUT POLRI,” Jelasnya kepada Pembina YKAB, Basuki Isnawan

Sementara itu Pembina Yayasan Kasih Bapa (YKAB) Basuki Isnawan mengatakan kedatangan Kapolres bersama perwira dan ibu ibu Bhayangkari menambah semangat bagi pengelola dan orang tua siswa.”Kedatangan bapak Kapolres ke rumah Autis ini menambah semangat buat kami, sudah terlalu banyak hinaan dan cacian yang kami terima karena kami memiliki anak berkebutuhan khusus, kami meminta kepada bapak kapolres dan semua orang yang peduli dengan anak berkebutuhan khusus,  motivasi kami agar kami terus bersemangat menjaga anak anak kami, “ Kata Basuki

Dalam kesempatan itu, Basuki juga menjelaskan kondisi Yayasan yang di gagasnya bersama dengan Lina serta Susan,” kami memiliki latar belakang berbeda, tapi kami punya satu tujuan, gimana agar anak anak mempunyai hak yang sama dalam mengenyam pendidikan, mereka kita latih agar mampu bersosialisasi dengan masyarakat, kita berharap potensi besar yang ada pada anak anak ini mampu di terapkan nanti ketika mereka dewasa, dengan 15 terapis yang ada, kita mendidik sebanyak 60 anak berkebutuhan khusus disini,” terang Basuki

Basuki juga berharap agar ada pihak pihak yang tergerak memberikan bantuan untuk mengelola rumah Autis ini, karena operasional yayasan dan 15 terapis di lakukan secara swadaya, sementara bahan pengajaran dan sarana pendidikan lainnya di sediakan dengan seadanya dengan cara Swadaya orang tua siswa” Yang paling penting kita juga butuh seorang dokter spesialis anak berkebutuhan khusus, selama ini saya selalu berkonsultasi ke Bontang, tidak semua orang tua, mampu dan memiliki kesempatan untuk berkonsultasi ke Bontang,” jelasnya (Bak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.