Ragam  

Pria Inggris Ini Korban Kebrutalan ISIS Berikutnya

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Pria Inggris yang akan dieksekusi mati oleh kelompok Daulah Islamiyah (ISIS) setelah James Folley dan Stephen Sotloff adalah David Cawthorne Haines (44). Tidak seperti dua korban sebelumnya, David adalah seorang pekerja sosial yang telah mengabdi hidupnya selama 15 tahun di sejumlah lembaga kemanusiaan.

Pemimpin organisasi penjaga perdamaian bernama Nonviolence Peaceforce (NP) di Sudah Selatan, Tiffany Easthom mengatakan, sebelum dinyatakan menghilang pada awal tahun 2013, Haines bekerja untuk organisasinya. Dia menghilang di Suriah pada saat bertugas memberikan bantuan keamanan bagi warga di negara tersebut.

“Kami masih mengingat wajahnya meski di video itu, dia terlihat jauh lebih kurus dan menderita. Dia sangat peduli saat menghibur dengan selera humornya yang menyenangkan,” kata Easthom, Jumat (05/09).

Menurutnya, sebagai seorang mantan tentara Inggris, Haines tergerak untuk memberikan lingkungan yang aman bagi korban pasca perang. Bahkan beberapa tahun sebelum bekerja untuk NP, Haines bersama dengan sebuah lembaga kemanusiaan yang berbasis di jerman, terlibat dalam kegiatan di Balkan.

Mereka merelokasi pemukiman bagi pengungsi dan sterilisasi ranjau darat mulai dari tahun 1992 hingga 1995. Easthom mengatakan, kegiatan yang dilakukan di bekas Yugoslavia tersebut, adalah kiprah terbesar yang dilakukan Haines dan ASP (lembaga kemanusiaan Jerman).

Editor : Steve Saputra

 

[button href=”http://katakini.com” icon=”glyphicon glyphicon-link” rounded=”btn-box” size=”nonestyle” style=”btn-custom blue” target=”_top”]Sumber : Kata Kini [/button]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.