oleh

FMSH CSR, Menerima Dana Tidak Jelas Ratusan Juta Rupiah

-Ragam-Dibaca : 615 Kali
Kepala FMSH CSR, Hidayat
Kepala FMSH CSR, Hidayat

Sangatta,wartakutim – Pemerinntah Kabupaten Kutai Timur dalam melaksanakan Pembanguanan Rumah layak Huni (PRLH) yang bersumber dari perusahaan swasta dengan menggunakan Dana CSR perusahaan, dana PRLH tersebut tidak masuk melalui rekening Pemkab Kutim. penerimaan dana Bantuan dari Perusahaan diserahkankan pengelolaannya melaui Forum Multi Stake Holder-Corporate Sosial Responsibility (FMSH-CSR) Kutai Timur.

Demikian disebutkan Kepala Sekretariat FMSH CSR Kutim M Hidayat yang dipercaya dalam mengelolah dan Bantuan dari perusahaan yang ada dikutim untuk PLRH. “bantuan peruhanaan untuk PRLH, pemkab mempercayakan kami mengelolah dana Bantuan dari perusahaan.”Kata Hidayat.

Dia mengatakan pihaknnya telah banyak menerima dana dari Perusahaan yang ada dikutim untuk PRLH. Total dana sudah diterima dari bulan januari hingga juni 2014 sebesar Rp. 12,8 milliar. Namun dari beberapa dana yang telah masuk kerekening FMHS CSR melalui bank BNI, ada beberapa dana yang tidak jelas pengirimnnya.

“ada yang sudah menyetor ke kami, Sampai hari ini, kami tidak tahu siap pemilik dana tersebut, dari perushaan mana yang telah masuk direkening FMSH CRS.”kata mantan Kepala Bappemas Kutim itu.

lebih lanjut dia menambahkan, dana yang telah diterima melalui trasfer bank BRI, ada berapa nama tidak jelas pengirimnnya, dan beberapa dari pengirim dana itu kata dia, hanya menggunakan nama pribadi dalam mengirim, sehingga pihaknnya sangat sulit untuk melacak dana tersebut.”Untuk perusahaan yang sudah memasukkan dananya ke Forum MSH CSR, segera untuk melaporkannya dengan menyertakan bukti penyetornya dari bank”katanya.

Menurutnya, semua dana yang telah masuk kerekening FMSH CSR, tidak ada tidak dimonitor, karena dana yang telah masuk akan terpatau melalui rekening koran milik FMSH CSR.

Diungkapkan, ada perusahaan mengaku ke Bupati Kutai Timur, telah menyetorkan dananya ke FMSH CSR untuk PRLH. tetapi setelah di cek perusahaan tersebut belum menyetor sama sekali, namun Hidayat tidak menyebutkan nama perusahaan yang mengaku itu.

Berdasarkan data FMSH CSR, dana yang tidak jelas pengirimnnya berjumlah, Rp 639, 965.000 dan dana itu ada juga yang dari tahun 2013. “Awalnnya berjumlah 20 pengirim, setelah kami telusuri siapa pengirimnnya, akhirnnya jumlahnnya berkurang dari 20 pengirim, sekarang sisa 8 pengirim yang belum terditeksi.”kata dia.

Sementara dana yang sudah terkumpul, sebagian sudah dibangunkan PRLH yang tersebar di 18 kecamatan. dan pembangunan itu bekerjasama dengan DANRAMIL.”kami kumpulkan dulu dana yang telah masuk dari perusahaan, setelah banyak kami serahkan kepada DANRAMIL untuk membangunkan PRLH sesuai dengan data yang ada’”ungkapnnya.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

DOWNLOAD APLIKASI ANDROID WARTA KUTIMĀ 

Komentar