Berita PilihanOlahraga

Dispora Kutim, Belum Mencairkan Dana Untuk Porprov Kaltim

92
×

Dispora Kutim, Belum Mencairkan Dana Untuk Porprov Kaltim

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Medali
Ilustrasi Medali
Ilustrasi Medali

Sangatta, WARTAKUTIM.com ~ Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim Dwi Susilanto Gamawan, mengatakan rencana pemusatan latihan atau training center (TC) untuk atlet asal Kutai Timur yang akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2014, yang akan digelar bulan Oktober 2014 di Samarinda, tampaknnya tidak bakal terwujud, pasalnya dana dari pemkab Kutim belum dapat di cairkan.

Menurut Dwi Susilanto, belum cairnnya dana pemkab Kutim yang di salurkan melalui Dispora Kutim, disebabkan, KONI Kutim belum mengeluarkan surat rekomendasi, kepada atlet yang akan mengikuti Porprov ke V tersebut.

“Kalau persiapan (Dana) Insyah Allah semuannya sudah siap. Apalagi hampir seluruh cabang olahraga (Cabor) rata rata mandiri.” kata Dwi Saat ditemui disela peringatan Hari Keluarga Nasional tingkat Kabupaten Kutai Timur di Sangatta, Kamis kemarin.

Dia mengatakan, pihaknnya tidak akan mencairkan dana KONI sebesar Rp12,8 milliar, jika surat rekomendasi dari KONI Kutim untuk atlet belum di keluarkan. Belum dikeluarnya surat rekomendasi untuk atlaet Kata Dwi, karena bakti KONI Kutim akan segera berakhir pada 20 September ini.

“Jika dana TC terlanjur dikeluarkan dan kepengurusan KONI Kutim harus diganti, maka bisa menjadi masalah besar bagi Dispora Kutim dan atlit yang bersangkutan, karena rekom yang dikeluarkan nantinya dianggap tidak sah, ungkannya.

Maka, lanjut dia, pihaknnya telah mengirimkan utusan untuk melakukan konsultasi kepada KONI Kaltim terkait permasalahan pengurus KONI Kutim ini.

“Kami tinggal menunggu keputusan KONI Kaltim saja, apakah masa bakti KONI Kutim akan diperpanjang ataukan harus segera dilakukannnya Musyawarah Daerah (Musda) KONI Kutim untuk mengganti kepengurusan KONI ini,”katannya.

Dia memastikan, persiapan atlet kutim untuk mengikuti Porprov ini, sudah sangat siap baik secara mental dan fisik, namun kendala yang ada dalam kepengurusan koni bisa saja membuat mental atlet jadi drop. Apalagi, atlet terancam tidak dapat mengikuti kegiatan ini di Samarinda.