oleh

Mulya Sari Mart Dan Park Bisa Dukung Porprov

-Ekonomi-Dibaca : 508 Kali

SANGATTA- Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ismunandar sangat mengapresiasi program pengembangan unit usaha BUMDes seperti Mulya Sari Park dan Mulya Sari Mart. Sebab dua unit usaha hasil bantuan program corporate social responsibility (CSR) PT Kaltim Prima Coal (KPC) tersebut sangat mendukung pengembangan Kota Sangatta dan pemberdayaan masyarakat. Ismunandar yang biasa disapa Ismu menyebut dengan adanya Mulya Sari Mart, tentunya akan sangat mempermudah pemenuhan kebutuhan sembako masyarakat.

“Saya sudah ampun-ampun menerima pengajuan izin mart-mart nasional (swalayan modern), mending saya berikan izin untuk minimarket lokal. Supaya masyarakat biasa ikut berkembang,” sebut Ismu saat menghadiri kegiatan serah terima program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) CSR PT KPC 2018 untuk Kecamatan Sangatta dan Sangatta Selatan, di Balai Pelatihan Dan Percontohan Usaha Tani Konservasi (BPPUTK), kilometer 3, Jalan Poros Sangatta-Bontang, Rabu (17/11/2018).

Minimarket lokal tentunya bisa cepat berkembang apabila diberi ruang. Apalagi nanti Pelabuhan Sangatta beroperasi. Bisa jadi harga kebutuhan pokok di Kutim jauh lebih murah jika dibandingkan Samarinda. Sebab didistribusi langsung melalui jalur tol laut 8.

Selanjutnya Mulya Sari Park yang metamorfosis dari pengembangan BPPUTK juga dapat menjadi destinasi baru pariwisata. Tak hanya edukasi bidang agribisnis tetapi juga wahana outbound. Terlebih Kutim dalam waktu dekat ini menjadi tuan rumah kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke VI. Seluruh kontingen pastinya juga membutuhkan tempat untuk rekreasi.

“Saya sudah perintahkan agar Taman Bersemi Sangatta Utara dibenahi. Begitu pula Mulya Sari Park, tolong pak Wawan (GM ESD KPC) lengkapi sarana outbound disini, karena selain menarin, wahana ini tentunya menjadi satu-satunya di Kaltim dan bisa mendukung Porprov,” katanya usai menandatangani prasasti Mulya Sari Park dan Mulya Sari Mart.

GM ESD Wawan Setiawan, singkat mengatakan bahwa program bantuan pemberdayaan masyarakat ini akan berjalan berkelanjutan. Menjadi program kemandirian desa dan inspirasi daerah lain, karena desa di Kutim ternyata lebih baik.

“Semoga apa yang diserah terimakan kepada BUMDes, desa, kelompok tani dan lainnnya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Serta mendukung program Pemkab Kutim Gerbang Desa Madu,” ujar Wawan yang hobi fotografi. (*)