oleh

Koperasi Wajib Optimalkan Peluang di Kutim

-Berita, Ekonomi-Dibaca : 130 Kali

SANGATTA – Peluang-peluang usaha di Kutai Timur, tidaklah sedikit jumlahnya untuk dapat dijadikan pondasi utama bagi para pelaku usaha di daerah ini. Baik itu pelaku usaha makro dan mikro, terlebih dengan banyaknya proyek pembangunan berskala besar yang dikembangkan di Kutai Timur.

Adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy, Batota dan Trans Kalimantan (MBTK), serta penyelesaian pembangunan Pelabuhan Laut Kenyamukan Sangatta. Yang mana nantinya berjalan sesuai harapan, akan berdampak pada terciptanya peluang-peluang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh koperasi-koperasi hingga Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kutim.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Muhammad Husaini, seiring dengan berfungsinya KEK MBTK dan Pelabuhan Kenyamukan Sangatta, jangan sampai disia-siakan oleh pelaku usaha yang ada di Kutim. Terlebih makin berkembangnya hilirisasi industri dari sejumlah pengolahan bahan baku yang ada di daerah.

“Seperti pengolahan minyak mentah kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) yang langsung diolah menjadi produk jadi minyak goreng hingga sabun. Belum lagi pengolahan karet mentah menjadi produk jadi karet. Tentunya kesemua ini bisa menjadi peluang usaha, yang jika dimanfaatkan akan mendatangkan keuntungan bagi pelaku usaha dan pelaku bisnis,” terangnya.

Termasuk jika nantinya pelabuhan Kenyamukan sudah berfungsi. Pelabuhan laut yang juga masuk dalam program tol laut Pemerintah Pusat tersebut, tentu akan menjadi salah satu pusat ekonomi terbesar di Kutim. Mulai dari kegiatan bongkar muat barang, aktivitas kapal ekonomi penumpang, kegiatan pada pergudangan dan lainnya.

“Tinggal bagaimana koperasi dan UKM di Kutim juga bisa ambil bagian dalam lingkup usaha dan industri yang ada di sana. Jika koperasi dan UKM di Kutim ingin ambil bagian dalam kegiatan usaha tersebut, tentunya harus terus meningkatkan skill atau kemampuan dan potensi yang dimiliki, sehingga ada daya saing dan daya jual. Termasuk bagaimana meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) selaku pengelola koperasi dan UKM,” pungkasnya lebih jauh. (Arso)

  • " data-pin-do="buttonPin" data-pin-config="beside">