oleh

Uce Prasetyo Ajak DPD KNPI Kutim Lahirkan Perda

SANGATTA – Anggota DPRD Kutim Uce Prasetyo ajak DPD KNPI Kutim yang dipimpin oleh Munir Perdana, untuk menggoalkan Peraturan Daerah (Perda) terkait fungsi legislasi yang dimiliki anggota dewan. Hal ini ditegaskan politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kutim saat berbincang pada acara Sarasehan Pemuda “Harmoni Pemuda, Merawat Soliditas & Optimisme”.

“Kami di dewan ibaratnya adalah pelayan masyarakat yang dapat melakukan legislasi Perda. Silahkan pada pemuda-pemudi di KNPI Kutim untuk mengaktulisasikan, Perda apa yang mau dipesan? Kami kan pelayan, jadi kami akan memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh daerah, dibutuhkan oleh pemuda-pemudi, maupun juga terkait persiapan hilirisasi industri di Kutim,” ungkap Ketua DPRD Sementara.

DPRD Kutim tentu akan mensupport apa yang dikehendaki oleh DPD KNPI Kutim, termasuk dalam hal menggoalkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kepemudaan. Yang memang merupakan salah-satu perihal penting, untuk mengatur mengenai keorganisasian serta hal-hal pendukung lainnya. Lebih jauh Uce berharap, agar pemuda-pemudi di Kutim dapat menyongsong masa depan yang lebih baik, terlebih pemimpin-pemimpin di Kaltim, banyak yang berasal dari Kutai Timur.

“Apalagi pasca tambang dan lain sebagainya, suka atau tidak suka tambang akan habis, maka sudah barang tentu pemuda-pemudi akan berjuang untuk menjadikan diri mereka siap menghadapi berbagai macam perubahan. Termasuk mempersiapkan diri, dalam menghadapi kepindahan Ibukota Negara Indonesia, ke Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Sebelumnya Ketua DPD KNPI Kutim Munir Perdana, saat pelantikan anggota DPRD Kutim periode 2019-2024 mengungkapan perlunya 40 orang wakil rakyat di Kutim untuk dapat segera mendorong lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Kepemudaan. Perda tersebut nantinya jelas akan mengatur mengenai hak dan kewajiban organisasi pemuda, yang mengacu pada aturan diatasnya, Undang-Undang Kepemudaan Nomor 40 Tahun 2008.

“Titipan pemuda-pemudi di Kutim pada anggota DPRD terpilih ialah sesegera mungkin untuk menghadirkan Perda tentang Kepemudaan di Kutim. Mengingat hingga saat ini kita belum memiliki Perdanya. Keberadaanya dapat memberikan perlindungan kepada organisasi pemuda di Kutim,” tegasnya. (Arso)