oleh

Ismunandar: Tugas Utama Pengurus Baru! Hidupkan KONI Tingkat Kecamatan

SANGATTA – “Salam Olahraga”, itulah kata-kata pertama yang keluar dari Bupati Ismunandar saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus KONI Kutai Timur, yang berlangsung pada Senin (9/9) malam kemarin. Dalam kesempatan tersebut dirinya bersyukur atas dilantiknya kepengurusan KONI yang dipimpin Heriansyah Masdar.

Pelantikan yang bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 September, merupakan hari bersejarah yang mengacu pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Pertama kali di tahun 1948 silam. “Selamat kepada seluruh pengurus KONI Kutim yang dilantik, harapan kami adalah agar organisasi yang membina Cabang Olahraga (Cabor) ini dapat kembali menghidupkan KONI di kecamatan-kecamatan. Lalu kedua mempersiapkan atlet-atlet Kutim, yang banyak berlaga di ajang Pra PON, dimana tidak boleh dilepas begitu saja, tetapi juga diikuti,” tegas Ismunandar.

Dari kiri Sekretaris Kabupaten Irawansyah, Bupati Ismunandar, dan Wakil Ketua II KONI Kaltim Sumarlani.

Agar atlet-atlet Kutim dapat lolos ke Pekan Olahraga Nasional 2020 di Papua, mengingat ada 47 Cabang Olahraga yang dipertandingkan dalam ajang bergengsi tingkat nasional tersebut. Itulah yang menjadi tanggungjawab KONI Kutim, untuk dapat dilaksanakan agar atlet-atlet Kutim dapat berbicara banyak dalam ajang yang diikuti oleh atlet se-Indonesia.

“Saya Ketua Persatuan Angkat Besi Binaraga dan Angkat Berat Indonesia Kaltim, juga terus memonitoring atlet-atlet yang ada. Insya Allah akan ada 22 atlet yang lolos mengikuti PON. Dengan target 3 emas, kalaupun ada lebih nantinya maka itu bonus yang luar biasa,” ungkap Bupati.

Lebih jauh Ismunandar mengakui jika Kutim merupakan salah-satu barometer pengembangan olahraga di Provinsi Kalimantan Timur. Dimana telah dibuktikan dengan kemampuan daerah ini menyelenggarakan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim pada 2018 lalu, dimana Kutim keluar sebagai Juara Umum.

Tidak mudah atau gampang, bagi kepengurusan KONI Kutim yang baru. Yakni bagaimana untuk mempertahankan prestasi, dimana cabor-cabornya harus dievaluasi kembali, dimana yang malas-malas diperbaiki dan dikonsultasikan dengan pihak KONI Provinsi Kaltim. “Evaluasi cabor-cabor, yang tidak ada latihan atau kegiatannya, ditegur ketua dan pengurus cabornya, kalau tidak ganti saja,” tegas Bupati. (Arso/adv)