oleh

Puluhan Aktivis PC PMII Kutim Bacakan Pernyataan Sikap di Mapolres

-Berita Pilihan, Peristiwa-Dibaca : 432 Kali

SANGATTA – Puluhan Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kutai Timur pada Minggu (29/9) malam, mendatangi Polres Kutai Timur. Hal ini berkaitan dengan insiden penembakan yang menewaskan Randi (21) mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), yang merupakan Pengurus Rayon Perikanan, Komisariat UHO, PMII Cabang Kota Kendari. Saat melakukan aksi demonstrasi, di depan Kantor DRPD Sulawesi Tenggara, Kamis (27/9) lalu.

Ketua PC PMII Kutim Hajrah didampingi Sekretaris Irwansyah menyebutkan aksi ini merupakan aksi solidaritas terhadap sahabat Randi. Aksi ini melibatkan 50 orang aktivis PMII dengan agenda utama untuk membacakan pernyataan sikap di hadapan Kapolres Kutim.

7 butir pernyataan sikap tersebut antara lain: 1. Mengutuk keras atas insiden penembakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab kepada Sahabat Randi, yang gugur saat melaksanakan aksi di Kendari. 2. Mendesak Kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku penembakan. 3. Tangkap dan adili pelaku sesuai hukum yang berlaku. Lalu butir ke-4 hentikan tindakan represif terhadap mahasiswa.

“Butir kelima, kami meminta Kapolres Kutim untuk menjamin keamanan dan hak mahasiswa serta masyarakat Kutim tanpa ada sikap represif. Adapun butir keenam meminta Kapolda Sul-Tara untuk bertanggung jawab, untuk butir terakhir apabila kasus ini tidak ditindak-lanjuti, maka kami meminta Kapolri untuk segera mencopot Kapolda Sul-Tara,” ungkap Irwansyah.

Selain acara membacakan pernyataan sikap, sebelumnya puluhan aktivis PC PMII Kutim melakukan sholat gaib bersama, dilanjutkan dengan pembacaan yasin dan tahlil.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan menyambut baik kedatangan puluhan aktivis PMII Kutim ke Mapolres Kutim, serta mengizinkan para aktivis tersebut menyampaikan aspirasinya pada saat malam hari.

“Saya mengapresiasi kedatangan puluhan aktivis PMII Kutim ke Mapolres, untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Selain itu terkait perihal yang disampaikan, saya berharap aktivis mahasiswa dapat terus menjaga nalar kritis. Dan yang lebih penting lagi, sebagai mahasiswa-mahasiswi harus mampu membangun bangsa Indonesia lebih maju dan jaya kedepannya, ” ungkap Kapolres sembari diamini puluhan aktivis PMII. (Arso)

  • " data-pin-do="buttonPin" data-pin-config="beside">