Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Pelaksana Rustam Effendi Lubis menerangkan bahwa Pelas Tanah merupakan tradisi ritual yang dilakukan sejak jaman dahulu, yakni saat Kesultanan masih berbentuk Kerajaan Kutai. Sehingga tradisi ini dirawat sejak masa lalu oleh orang-orang tua terdahulu, hingga kemudian dilakukan oleh kita-kita pada masa kini.
“Kegiatan 4 penjuru angin termasuk rangkaian awal, yang disebut dengan kegiatan secara utuh bernama Bepelas. Jadi kita mengambil empat titik penjuru angin di Sangatta, yakni di wilayah kantor Bupati Kutim, kantor PT Kaltim Prima Coal, Patung Burung, serta Jembatan Kampung Kajang. Dimana filosofinya adalah untuk menyelamati kampung, agar muncul kedamaian, keamanan, hingga kemuliaan bagi penduduknya,” ungkapnya sembari tersenyum. (ADV-Jna)













