Harga Telur Mulai Mengiringi Kenaikan Harga BBM

Wartakutim.co.id, Sangatta – Diumumkannya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu oleh Presiden Joko Widodo, berimbas dengan naiknya harga sejumlah kebutuhan barang pokok.

Pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, telah terjadi kenaikan harga telur perpiringnya, yakni diharga Rp 60.000. Walaupun demikian untuk di Sangatta, terdapat peternak-peternak ayam petelur sehingga untuk kebutuhan telur dalam daerah masih dapat memunuhi kebutuhan di pasaran.

“Untuk ketersedian telur dari para peternak yang ada di Sangatta, ada 18.000 butir telur yang tersedia dalam setiap harinya. Sehingga ini yang dapat memenuhi kekurangan pasokan telur dari luar daerah. Jika harus mendatangkan dari luar daerah, tentu harganya akan jauh lebih mahal,” terang Kadisperindag Zaini dalam rapat Forkopimda, Selasa (6/9/2022) lalu.

Sempat sebelumnya mencapai 40.000 butir telur perharinya dihasilkan oleh para peternak. Namun karena dihajar pandemi COVID-19, maka berpengaruh pada naiknya harga pakan ayam dipasaran. Yang ini menjadi kendala bagi para peternak, karena hingga sekarang untuk pakan masih tergantung dengan suplai dari luar Kutim.

“Saya khawatir dengan kenaikan BBM, akan terjadi pula kenaikan dimana otomatis biaya transportasi antar jemut barang turut otomatis naik. Dimana memang yang paing terlihat diawal ialah kenaikan harga telur di pasaran,” ungkap Zaini. (ADV-KOMINFO/Imr/Wal)