Perbaiki Jalanan – Kecamatan Muara Bengkal Kolaborasi Dengan Perusahaan

Wartakutim.co.id, Sangatta – Kutai Timur tidak saja menjadi perlintasan jalur lintas antar Provinsi yang menghubungkan Kalimantan Timur – Kalimantan Utara, tetapi juga menghubungkan jalur lintas antar Kabupaten. Seperti halnya Kecamatan Muara Bengkal yang jalurnya bahkan tembus ke Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara via jalur tembus jalan Hutan Tanaman Industri (HTI).

Jalur lintas selatan tersebut memang kurang familiar didengar atau dilintasi oleh warga Kutim kawasan pesisir, termasuk jalur umum lintas Provinsi Kaltim – Kaltara. Namun bagi warga pedalaman, jalur tersebut adalah jalur paling cepat menuju wilayah Kukar. Untuk tembus ke Ibukota Provinsi di Samarinda, hanya membutuhkan waktu 5 jam.

Camat Muara Bengkal Norhadi menjelaskan, pihaknya terus-menerus melakukan komunikasi dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit maupun pengusaha-pengusaha setempat. Untuk bersama meningkatkan kepedulian dengan melakukan perbaikan jalan, di titik-titik jalan tertentu di Muara Bengkal.

“Kami berkolaborasi dengan perusahaan, beberapa perusahaan dan pengusaha setempat ikut terlibat melakukan perbaikan jalan. Excavator milik pengusaha setempat kali ini turun untuk meratakan jalan yang berlubang pada titik-titik tertentu pada pertengahan tahun tadi,” ujarnya pada Senin (5/9/2022).

Sementara BBM selama excavator tersebut dipergunakan, dijamin langsung oleh perusahaan yakni PT. Telen dan PT. Sinar Mas. Kolaborasi tersebut jelas berpengaruh terhadap peningkatan kualitas jalan, termasuk mempermudah akses warga Muara Bengkal baik yang hendak menuju ke lintas jalur selatan maupun jalur utara.

“Artinya kecamatan berupaya bekerja sebaik-baiknya, mengingat kami kepanjangan tangan Pemkab Kutim di wilayah Muara Bengkal. Kita menyadari jika anggaran daerah untuk perbaikan dan peningkatan kualitas jalan, tidak seluas wilayahnya. Untuk itulah salah-satu cara untuk membuat warga setempat memperoleh akses jalan yang dilintasi. Maka pihak kecamatan berkolaborasi dengan pengusaha dan perusahaan perkebunan,” terangnya. (ADV-KOMINFO/Imr/Wal)