Berita

Dampak Positif Intervensi: Kabupaten Kutai Timur Aman dari Lonjakan Inflasi

398
×

Dampak Positif Intervensi: Kabupaten Kutai Timur Aman dari Lonjakan Inflasi

Sebarkan artikel ini
Penghapusan Tenaga Honorer Ditunda Hingga Waktu yang Belum Ditentukan

WARTAKUTIM.CO.ID, SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) virtual Pengendalian Inflasi bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Rakor ini dilaksanakan dari Ruang Rapat Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper Kutim) pada Senin (17/4/2023). Hadir dalam rakor tersebut Kapolres Kutim AKBP Ronni Bonic, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim Zubair, serta beberapa Kepala Perangkat Daerah (PD) terkait yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kutim.

Dalam Rakor tersebut, Tito menyampaikan bahwa inflasi Indonesia saat ini berada di urutan 46 dari 186 negara, dengan inflasi terendah mencapai 4,97 persen (y-o-y). “Sementara di tingkat negara G20, kita berada di urutan 8 dari 24 negara, dan di tingkat ASEAN, Indonesia berada di urutan 6 dari 11 negara,” ucapnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini, menyatakan bahwa inflasi Nasional pada triwulan I tahun 2023 terkendali. Ia mengungkapkan bahwa komoditas seperti beras, telur ayam ras, minyak goreng, dan daging ayam ras masih berpotensi memberikan andil terhadap inflasi di bulan April 2023. Namun, cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah terus mengalami penurunan harga hingga minggu kedua April 2023.

Pada akhir Rakor, Bupati Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan rasa syukurnya karena inflasi di Kalimantan Timur (Kaltim) secara umum dan Kabupaten Kutim khususnya masih dalam kondisi aman. Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah melakukan intervensi di lapangan, baik melalui operasi pasar maupun kegiatan bantuan bagi masyarakat, terutama menjelang perayaan lebaran.

Bupati juga mengapresiasi bantuan yang diterima Kutim dari Badan Urusan Logistik (Bulog) melalui Dinas Ketahanan Pangan, berupa beras sebanyak 468.570 ton yang akan didistribusikan ke 139 desa dan 2 kelurahan di Kutim dalam tiga tahapan.

Dalam konteks harga bahan pokok dan barang penting lainnya, Ardiansyah menyebut bahwa terjadi kenaikan namun tidak signifikan. Daging sapi, sebagai contoh, naik dari harga Rp 160.000 menjadi Rp 170.000. Meskipun cabai merah, cabai lokal, dan cabe kriting mengalami kenaikan, beberapa barang seperti kemasan dan daging ayam boiler mengalami penurunan harga.

Pada kesempatan itu, Bupati Ardiansyah juga mengucapkan terima kasih kepada Diskop dan UKM Kutim yang secara konsisten mengadakan kegiatan Roadshow Bazar UMKM serta mengundang pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) serta home industry untuk memasarkan produk-produknya. Ia mengingatkan bahwa Pemerintah selalu memberikan dukungan dan kesempatan kepada UMKM, sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.

Bupati menegaskan bahwa setelah bulan Ramadhan, Roadshow Bazar UMKM akan terus dilaksanakan di 18 titik. Ini menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga perputaran uang di masyarakat agar tetap stabil. Ia juga mengapresiasi peran pedagang kaki lima yang terus berkeliling dan memberikan dukungan bagi perputaran uang masyarak (adv)