Berita

Beberapa Permasalah Sehingga RS Muara Bengkat Belum Beroperasi

155
×

Beberapa Permasalah Sehingga RS Muara Bengkat Belum Beroperasi

Sebarkan artikel ini
Kepala DInas Kesehatan Kutim dr, Bahrani

WARTAKUTIM.CO.ID, SANGATTA Dalam keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr. Bahrani, diakui bahwa masih terdapat banyak kekurangan dan permasalahan dalam mengoperasikan Rumah Sakit Pratama Muara Bengkal. Awalnya, rencananya rumah sakit tersebut akan mulai beroperasi pada Januari 2023, tetapi mengingat masih banyak kekurangan dan permasalahan, rencana tersebut urung terjadi.

Menurut dr. Bahrani, dalam persiapan mengoperasikan RS Muara Bengkal, terjadi penundaan yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya tenaga medis. Untuk sebuah rumah sakit tipe D seperti RS Muara Bengkal, standarnya adalah membutuhkan 141 tenaga medis, namun dari perekrutan yang dilakukan, baru diperoleh 20 orang.

Selain itu, permasalahan lain yang dihadapi adalah ketersediaan listrik yang belum memadai untuk kebutuhan rumah sakit. Pihak rumah sakit telah mengajukan permohonan ke PLN untuk penambahan daya listrik agar kebutuhan tersebut dapat terpenuhi.

Masalah yang lebih utama lainnya adalah pasokan air bersih. PDAM belum mampu menyediakan pasokan air dengan kapasitas yang cukup besar. Upaya yang telah dilakukan adalah menggunakan tandon, namun hal ini belum dapat memenuhi kebutuhan air RS Muara Bengkal. Pihak rumah sakit telah mengusulkan kepada Dinas Pekerjaan Umum untuk meningkatkan atau menambah saluran pipa ke rumah sakit. Saat ini, kerjasama dengan PDAM masih memungkinkan dengan menggunakan mobil tangki untuk menyuplai air.

Selain itu, masalah lainnya adalah kurangnya lahan yang cukup untuk rumah sakit. Saat ini, RS Muara Bengkal hanya menempati lahan seluas dua hektar, sementara minimal yang dibutuhkan untuk lahan rumah sakit adalah empat hektar.

Dari pernyataan tersebut, terlihat bahwa Rumah Sakit Pratama Muara Bengkal menghadapi beberapa tantangan dalam mengoperasikan fasilitas kesehatan ini, termasuk kurangnya tenaga medis, masalah listrik, pasokan air bersih, dan kekurangan lahan yang memadai. Diharapkan pihak terkait dapat bekerja sama untuk mengatasi permasalahan ini dan segera menjalankan operasional RS Muara Bengkal. (adv)