Berita

Ketua DPRD Kutim Ajak Investor Berinvestasi di KEK Maloy Batuta

634
×

Ketua DPRD Kutim Ajak Investor Berinvestasi di KEK Maloy Batuta

Sebarkan artikel ini

WARTAKUTIM.CO.ID, SANGATTA – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim) Joni, S.Sos, mengajak para investor untuk berinvestasi di Kutim, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK), dan meyakinkan investor untuk tidak ragu berinvestasi di Kutim.

“Kepada investor, jangan ragu untuk berinvestasi membangun Kutim karena memang itu yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Joni saat ditemui awak media di ruang kerjanya belum lama ini.

Ia menambahkan, pihaknya menyarankan kepada pengelola KEK MBTK untuk meyakinkan para investor tersebut. “Kemarin saya sarankan KEK MBTK sebagai pengelola di sana untuk menyampaikan pada investor agar tidak ragu berinvestasi. Kawasan tersebut dikelola dengan baik agar investor mau masuk ke sana (KEK MBTK),” pintanya.

Joni menyebutkan, banyak perusahaan besar telah berinvestasi di Kutim. Bila ada investor yang ingin berinvestasi khususnya di KEK Maloy, DPRD dan Pemerintah Daerah siap memfasilitasinya.

“Kita banyak perusahaan raksasa di Kutim. Jika mereka tidak ingin berinvestasi di tempat lain, kita punya cara dan aturan Perda atau Perbup. Namun, hilirisasi harus dilakukan di Maloy,” ungkapnya.

Dia juga meminta kepada pengelola KEK MBTK yang dikelola oleh Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) untuk tetap optimis dan mengelola kawasan tersebut dengan baik.

“Kemarin saya tegaskan kepada MBTK untuk tidak ragu mengelola ini. Insya Allah nanti jalan. Kita di Kutai Timur sangat menghargai usaha tersebut,” tegasnya.

Joni menjelaskan bahwa untuk investasi di KEK MBTK, Kabupaten Kutim memiliki kewenangan sebanyak 49 persen sementara provinsi memiliki 51 persen, sehingga mereka berhak untuk berinvestasi di sana.

“Kita tidak bisa berbuat banyak karena fasilitas yang kita miliki belum siap seratus persen. Kita sampaikan kepada perusahaan-perusahaan besar bahwa hilirisasi harus dilakukan di Meloy. Jika fasilitas sudah siap, kita bisa menekan mereka untuk membangun di sini,” pungkasnya. (*/ADV)