oleh

Relawan AHY Meminta Moeldoko Ke SBY Dan Seluruh Kader Demokrat

-Berita-Dibaca : 2.531 Kali

JAKARTA –  Moeldoko diharapkan dapat meminta maaf kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Moeldoko juga dinilai harus mengundurkan diri sebagai ketua umum (ketum) Partai Demokrat (PD) hasil Kongres Luar Biasa (KLB). Dengan begitu, keriuhan politik akan berakhir.

“Moeldoko dengan kebesaran hati dan meminta maaf pada Partai Demokrat, SBY dan AHY sebagai ketua umum yang sah, kemudian mundur sebagai ketua umum hasil KLB adalah pilihan kesatria dan jalan terbaik, serta bisa mengakhiri keriuhan politik di Tanah Air,” kata Ketum Relawan Cakra AHY, Irwan kepada wartawan, Sabtu (13/3/2021).

Menurut wakil sekretaris jenderal PD tersebut, tugas Moeldoko sebagai kepala staf kepresidenan sangat berat. Irwan menuturkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat fokus dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Irwan menyatakan, keterlibatan dalam KLB telah mengganggu kinerja dan fungsi Moeldoko di pemerintahan.

rwan menambahkan, sesungguhnya PD mempunyai kepercayaan dan penghormatan tinggi terhadap Presiden Jokowi. Irwan menyatakan, Presiden Jokowi tentunya sedikit banyak telah mengetahui polemik di tubuh PD setelah KLB.

“Kami meminta pemerintah melindungi keberadaan Partai Demokrat yang sah terdaftar di lembaran negara. Sebab untuk itulah sejatinya UU Partai Politik mewajibkan partai politik didaftarkan ke Kemkumham. Tentu ini tidak mengurangi kewibawaan politik Presiden dan istana, karena justru sebaliknya,” ujar Irwan.

Pada bagian lain, anggota DPR tersebut menyatakan, PD telah memiliki kuasa hukum untuk melakukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap para pihak yang menggelar KLB. Irwan menjelaskan, ke depan hal-hal terkait dengan pelaksanaan KLB menjadi domain kuasa hukum serta pengadilan negeri yang akan memeriksa dan memutus perkara.

 

 

Sumber : beritasatu.com